Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi & Bisnis

Merger BRI-BTN Tingkatkan Dana Murah
Senin, 21 Maret 2005 | 17:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Penggabungan PT Bank Tabungan Negara dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. akan meningkatkan pengelolaan dana murah BTN. Itu sebabnya, merger dua bank pemerintah ini akan menimbulkan kombinasi yang bagus.

Demikian diutarakan Direktur Utama BRI Rudjito di Hotel Nikko, Jakarta, Senin (21/3).

Rudjito menuturkan, selama ini BTN kekurangan dana murah (tabungan) dan lebih banyak mengelola deposito berjangka. Sementara itu, 60 persen pengelolaan BRI adalah dana murah. Kurangnya dana murah yang dikelola BTN, menurut dia, terlihat dari penawaran obligasi yang dilakukan BTN selama ini.
?Kalau treasury-nya (BTN) dikombinasi (dengan BRI) akan lebih baik,? ucapnya.

Lebih lanjut, menurut dia, merger itu seketika akan menciptakan pertumbuhan kredit BRI sebesar kredit BTN. Kredit BRI saat ini tercatat Rp 62 triliun. ?Jika BTN masuk, mungkin jadi tambah Rp 14 triliun.?

Rudjito memaparkan, pertumbuhan BTN per tahun sebesar 15 persen, jika digabung dengan BRI yang mencatat pertumbuhan minimal 20 persen, akan menciptakan pertumbuhan sebesar 20 persen.

?Jika BTN dan BRI dimerger, engine tumbuh dengan 20 persen,? tutur Rudjito yang optimistis BTN akan digabung dengan BRI.

Namun, Rudjito memastikan bahwa keputusan merger tetap ada pada pemerintah. ?Yang penting, sekarang biarkan BTN sendiri tenang membangun bisnisnya. Finally biar pemerintah yang menentukan. Kalau dapat (merger), Alhamdulillah. Kalau tidak dapat, ya tak apa-apa,? ucapnya.

Apabila merger jadi dilaksanakan, Rudjito pun menjanjikan bahwa proses itu akan berlangsung secara bertahap. Tahap pertama adalah merger secara legal, dilanjutkan dengan merger divisi treasury.

Rr Ariyani


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Hatta Mengaku Didukung 200 Pimpinan Daerah
Rudjito: Nilai Tambah Merger BRI-BTN Ditangan Pemerintah
Menpera Tidak Setuju Merger BTN
Serikat Pekerja BTN Tolak Merger
BCA Kaji Daftar Bank yang Akan Diakuisisi
Bank Permata Tak Utamakan Merger atau Akuisisi
Sugiharto: BTN Tidak akan Dihilangkan
Tidak Ada Rencana Merger BTN
Bank Indonesia Minta Merger Bank Dilakukan Secara Cermat
REI: Merger BTN-BNI Bisa Runtuhkan Industri Perumahan
> selengkapnya...


Website

Bank Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data