Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi & Bisnis

Rudjito: Nilai Tambah Merger BRI-BTN Ditangan Pemerintah
Senin, 21 Maret 2005 | 15:20 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk. Rudjito enggan menyebutkan nilai tambah yang akan diraih jika terjadi merger antara bank yang dipimpinnya dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN). Dia menegaskan, pemerintahlah yang berwenang menilai besaran nilai tambah merger antara BRI-BTN.

?Tidak etis menyebut nilai itu. Tidak bisa disebutkan sekarang,? ujarnya di sela-sela seminar bertajuk The Redevelopment of Post Disaster Areas In Indonesia di Hotel Nikko Jakarta, Senin (21/3).

?Biar pemerintah saja yang menilai. Karena kami juga belum melakukan due dilligence (uji tuntas). Kami baru tahu berapa nilainya kalau sudah lakukan due dilligence,? kata Rudjito, lebih lanjut.

Namun, dia membenarkan, BRI menawarkan nilai tambah (value added) dan nilai kreasi (value creation) yang akan diperoleh pemerintah melalui penggabungan BTN dengan BRI, ketimbang BTN berdiri sendiri.

Mana yang lebih baik, apakah menggabungkan BTN ke BRI atau ke PT bank Negara Indonesia Tbk., Rudjito menjawab, ?Itu terserah pemerintah. Semua orang bisa mengaku lebih baik. Tapi, akhirnya, pemerintah yang akan menentukan.?

Dia menambahkan, nilai tambah merger bank tidak bisa dilihat dari sisi finansial, melainkan termasuk secara kultur dan operasional. ?Harus dilihat semua (aspek),? kata Rudjito.

Wacana merger yang berkembang saat ini, menurut dia, karena sambutan berbagai kalangan akan terbitnya Peraturan Bank Indonesia yang memungkinkan perbankan memperluas bisnisnya secara anorganik.

?BRI akan mengoptimalkan kesempatan yang diberikan BI itu,? katanya.

Rr Ariyani


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menpera Tidak Setuju Merger BTN
Serikat Pekerja BTN Tolak Merger
BCA Kaji Daftar Bank yang Akan Diakuisisi
Bank Permata Tak Utamakan Merger atau Akuisisi
Sugiharto: BTN Tidak akan Dihilangkan
Tidak Ada Rencana Merger BTN
Bank Indonesia Minta Merger Bank Dilakukan Secara Cermat
REI: Merger BTN-BNI Bisa Runtuhkan Industri Perumahan
PPA: Merger Bank Rekap Harus Naikkan Nilai Saham
?Merger Bank Baru Ide, Belum Dikaji?
> selengkapnya...


Website

Bank Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Yenny Wahid Bantah Klaim Yusril Didukung Gus Dur
Olimpiade Paralimpik Dibuka dengan Meriah
Christopher Terhenti di Final AS Terbuka
Marcos Senna, Terbaik La Liga Musim 2007/08
Mencontreng atau Mencoblos Ditentukan September Ini

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data