Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Jamin Pinjaman Bulog ke Tiga Bank
Jum'at, 18 Maret 2005 | 17:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah memberikan jaminan kepada Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Bukopin untuk memberikan pinjaman kepada Perum Bulog sebesar Rp 9 triliun.

Pinjaman tersebut dibutuhkan BUMN Logistik itu untuk membeli gabah petani.

Kepala Bulog Widjanarko Puspoyo mengatakan, pemerintah menerbitkan surat jaminan kepada bank-bank pelat merah tersebut untuk memberikan pinjaman kepada Bulog. Bank-bank BUMN tersebut diminta meminjamkan dananya ke Bulog karena pemerintah tidak memiliki cukup dana.

"Kalau pemerintah punya uang langsung saja kasih ke bulog," kata dia kepada Tempo seraya menyebutkan penunjukan tiga bank itu dilakukan Departemen Keuangan.

Dia mengatakan, besarnya bunga pinjaman bank ke Bulog ditetapkan 10,5-11 persen per tahun. Artinya Bulog akan membayar bunga sekitar Rp 900 juta- 1 miliar per bulan atau Rp 360 miliar per tahun.

Mengingat Bulog sudah tidak lagi memperoleh anggaran APBN, kata dia, saat ini pihaknya menekankan efiesiensi penggunaan dana sehingga bunga yang harus dibayar semakin turun.

Berkaitan dengan pembelian gabah, menurut Widjanarko, pemerintah telah menerbitkan Instruksi Preisden nomor 2/2005 tentang Kebijakan Perberasan.

Inpres itu menyebutkan patokan harga di penggilingan, untuk pembelian gabah kering panen (GKP) Rp 1.330 per kilogram. Sedangkan harga gabah kering giling (GKG) Rp 1.765 kilogram, dan harga pembelian beras Rp 2.790 per kilogram.

Kebijakan itu dikeluarkan untuk mengantisipasi anjloknya harga gabah pada saat panen nanti. Bulog merupakan wadah yang diwajibkan membeli gabah petani dengan harga yang telah ditetapkan. Rinny Kustiani

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog), Widjanarko Puspoyo  mendengarkan serius pertanyaan dari para anggota DPR komisi III yang membidangi Pertanian dan pangan dalam acara rapat dengar pendapat dengan komisi III di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Kamis, 11 September 2003. [TEMPO/Santirta M; K18A/412/2003; 20030911]. Tumpukan beras di gudang penyimpanan beras di Dolog Jaya/ gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta, 25 Mei 2000. [TEMPO/ Awaluddin R; 30d/325/2000; 20000717].
Widjanarko Puspoyo di DPR
Beras
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bulog Siapkan 46.000 Ton Beras untuk NTT
Bulog: Stok Beras Nasional Kemungkinan Tidak Tercapai
Saksi Akui Ada Pengadaan Selain Minyak Goreng
Pemerintah Khawatir Target Stok Beras Tahun Ini Tidak Tercukupi
Puluhan Ton Beras Bantuan Dimusnahkan
Harga Beras Melejit, Bulog NTB Operasi Pasar
Bapenas Hitung Kompensasi Kenaikan BBM Senilai Rp 13,6 Triliun
Pengungsi di Loknga Butuh Beras
Buat Aceh Bulog Bikin Program Family Reunifikasi
Bulog Tolak Lelang Gula Ilegal
> selengkapnya...


Referensi

Keppres No. 29/2000 tentang Badan Urusan Logistik
UU RI No.7 Thn.1996 Tentang Perlindungan Pangan
Inpres RI No. 8 Tahun 2000 Tentang Penetapan Harga Dasar Gabah Serta Harga Pembelian Gabah dan Beras
> selengkapnya...

Website

Badan Urusan Logistik


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Dinas Kesehatan Bekasi Hanya Periksa 1.974 Calon Haji
Kuota Haji Kota Bekasi Sesuai Keputusan Gubernur
OPEC Diperkirakan Akan Kurangi Produksi
Kiriman Uang Tenaga Kerja Indonesia Menurun
Pengendara Tak Disiplin, Harmoni Macet

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data