|
Ekonomi
Pencalonan Wolfowitz Dinilai Mengerikan
Jum'at, 18 Maret 2005 | 03:07 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pencalonan Deputi Menteri Pertahanan Paul Wolfowitz sebagai Presiden Bank Dunia mendapat reaksi negatif, terutama dari negara-negara yang menentang penyerangan Amerika Serikat ke Irak.
Gerakan Pembangunan Dunia (World Development Movement) yang bermarkas di Inggris misalnya, menilai bahwa penunjukan arsitek perang Irak itu sebagai hal yang mengerikan.
Menurut Kepala Kebijakan WDM Peter Hardstaff seperti dikutip dari United Press International, kesalahan penunjukan yang benar-benar mengerikan itu sudah dimulai ketika tahun lalu pemerintahan negara-negara Eropa mempertahankan haknya untuk memilih kepala Dana Moneter Internasional (IMF) dibanding melakukan pemilihan kepala IMF itu secara terbuka, demokrasi, atau melalui proses seleksi yang transparan.
Karena itu, Hardstaff menambahkan, begitu upaya untuk melakukan perubahan dalam pemilihan tersebut ditolak, kini giliran Amerika Serikat yang akan melakukan segala hal untuk menunjuk kepala Bank Dunia.
Dalam situsnya disebutkan bahwa WDM merupakan organisasi yang melakukan lobi kepada para pembuat kebijakan agar para pemimpin itu mengubah kebijakan yang membuat rakyat, terutama dari negara berkembang, tetap miskin.
Sumber yang dekat dengan Bank Dunia mengatakan, nama Wolfowitz sudah beredar secara informal beberapa minggu lalu diantara 24 direktur eksekutif. Ke-24 anggota ini mewakili 184 bank dari negara-negara anggota Bank Dunia.
Masih menurut sumber, pencalonan Wolfowitz itu menunjukkan bahwa pemerintah Amerika Serikat tidak begitu memperdulikan pendapat dari bagian dunia lainnya.
Amerika Serikat merupakan pemegang saham terbesar di Bank Dunia. Disusul Jepang, Jerman, Inggris, dan Perancis.
Berdasarkan tradisi, Washington memilih presiden Bank Dunia dan Eropa memilih kepala IMF. Namun, lima tahun lalu Amerika pernah mengganjal pilihan Eropa, Deputi Menteri Keuangan Jerman Caio Koch-Weser menjadi kandidat. Jabatan itu kini dipegang Horst Koehler, yang sekarang menjadi presiden Jerman.
Seperti dikutip Reuters dan The Guardian, Wolfowitz merupakan orang nomor dua di Pentagon (Departemen Pertahanan Amerika Serikat). Penunjukkan dirinya sebagai calon presiden Bank Dunia menjadi kontroversial, karena peranannya sebagai desainer dan orang yang memegang peranan penting dalam penyerangan Amerika ke Irak pada 2003 lalu. Serangan Amerika ke Irak itu mendapat reaksi sengit dari Eropa dan dari negara-negara lainnya di dunia.
Banyak negara dan staf bank itu mengkhawatirkan penunjukkan Wolfowitz akan meningkatkan kekuatan Amerika di Bank Dunia dan negara-negara yang menjadi anggotanya. Wolfowitz saat ini menjabat sebagai Deputi Menteri Pertahanan dan pernah menjadi Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia.
Wolfowitz sendiri ketika memberikan komentar pertamanya setelah dinominasikan sebagai calon Presiden Bank Dunia menyadari bahwa kelak dia harus bekerja dengan pemimpin-pemimpin negara yang menentang penyerangan Amerika Serikat ke Irak.
Ketika menominasikan Wolfowitz, Presiden George W. Bush sampai menelepon Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi dan pemimpin lainnya untuk menerangkan mengapa dia memilih Wolfowitz.
l grace/dian imamah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|