|
Indonesia-Malaysia Jajaki Kerjasama Perbankan
Kamis, 17 Maret 2005 | 14:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Fahmi Idris mengungkapkan, perbankan Malaysia ingin ikut serta mengelola dana dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Namun, menurut Fahmi, syaratnya perbankan Malaysia harus bekerja sama dengan perbankan Indonesia dalam mengelola dana TKI. Keinginan perbankan Malaysia itu tidak terlepas dari fakta bahwa TKI terbesar ada di Malaysia.
"Oleh karena itu perlu adanya jaringan dengan Malaysia," kata Fahmi kepada wartawan setelah peresmian loket Pos Indonesia-PT Bank Negara Indonesia Tbk. Jakarta Selatan, Kamis (17/3).
Fahmi menjelaskan, model yang ingin dikembangkan saat ini adalah perbankan Indonesia akan memberi pinjaman kepada TKI. Sedangkan perbankan Malaysia akan melakukan penagihannya.
Fahmi juga mengatakan, porsi pemerintah terhadap TKI adalah melakukan advokasi dan perlindungan. Sedangkan porsi bank dan Pos Indonesia adalah menjaga aset TKI agar tersalurkan kepada keluarganya.
Karenanya Fahmi melihat kerja sama bank dan Pos Indonesia untuk memberi layanan kepada TKI adalah suatu cara yang dapat mengembangkan potensi TKI. Para TKI bisa memanfaatkan produk tabungan TKI yang didesain untuk menampung dan mengelola gaji TKI. Melalui kerja sama dengan Pos Indonesia, transaksi perbankan akan diperluas seperti tabungan, pengiriman uang, dan pembayaran rekening.
Direktur Utama BNI Sigit Pramono menambahkan, tidak tersedianya lapangan kerja di dalam negeri memberikan peluang kepada BNI untuk memberikan layanan kepada TKI ini. Fanny Febiana
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|