|
Ekonomi
BRTI: Telkom Usulkan Kenaikan Tarif
Kamis, 17 Maret 2005 | 01:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:JAKARTA – Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Andi Azis mengakui, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) telah mengajukan usul untuk menaikkan tarif telepon secara lisan kepada pemerintah dan BRTI.
Usulan untuk melakukan penyeimbangan tarif telepon secara lisan itu, menurut Andi, telah disetujui oleh Menteri Komunikasi dan Informasi.
"Secara tertulis belum, tapi Telkom sudah ngomong kalau mereka mau membenahi agar tidak Telkom tidak mati. Dan Pak Menteri sudah oke," katanya di Jakarta kemarin.
Menurut Andi, BRTI akan mengkaji usulan tersebut. Namun, pada prinsipnya BRTI menyetujui usulan itu selama Telkom memenuhi persyaratan tertentu seperti kenaikan tarif telepon lokal itu harus diimbangi dengan penurunan tarif telepon sambungan langsung jarak jauh (SLJJ).
Hanya saja, dia menegaskan, meskipun pemerintah sudah menyetujui permintaan Telkom untuk melakukan penyeimbangan tarif, BRTI meminta kenaikan itu tidak dilaksanakan pada 2005 juga tapi pada 2006. "Rasanya tidak berperikemanusiaan kalau kami berikan tahun ini," katanya.
Menurut dia, kenaikan tarif telepon lokal Telkom saat ini masih wajar. Pasalnya, tarif telepon lokal di Indonesia (Telkom) masih sangat murah. Sebaliknya, tarif SLJJ Telkom merupakan tarif yang termahal di dunia.
Ketika didesak besaran kenaikan tarif telepon yang diusulkan Telkom, Andi mengaku, dirinya tidak mengetahui hal itu. Pasalnya, besaran kenaikan tarif tersebut merupakan kebijakan seluruhnya dari Telkom.
"Mau menaikkan silahkan, tapi harus ikuti formulanya. Jadi mereka sendiri yang mengatur. Silahkan menaikkan tarif lokal dan turunkan sendiri tarif SLJJnya. Kami hanya minta harus nol (ada penyeimbangan tarif)," katanya.
Sampai berita ini diturunkan, Tempo tidak berhasil memperoleh penjelasan secara detail dari Ketua BRTI Djamhari Sirat. Djamhari saat ini juga masih menjabat sebagai Dirjen Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informasi. Ketika dihubungi, Djamhari mengatakan sedang rapat.
Direktur Utama Telkom Kristiono ketika dihubungi juga tidak mengangkat telepon selulernya. Namun, akhir Februari lalu Kristiono mengatakan, Telkom saat itu belum mempunyai rencana untuk mengajukan kenaikan tarif ke pemerintah.
Suryani Ika Sari - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|