|
Ekonomi dan Bisnis
Lippo Siapkan US$ 2,5 Miliar untuk Telekomunikasi
Selasa, 15 Maret 2005 | 22:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Lippo Group akan investasi sebesar US$ 2,5 miliar untuk membangun infrastruktur di sektor telekomunikasi dan multimedia dalam tiga sampai lima tahun ke depan.
Menurut salah satu pemegang saham PT Natrindo Telepon Seluler (Lippo Telecom), James T. Riady, pendanaannya berasal dari empat sumber.
Pertama, modal Lippo sendiri. Kedua, dari Malaysia, melalui kerja sama Lippo dengan Maxis Communications Bhd, yang terdiri dari US$ 250 juta untuk telekomunikasi dan US$ 100 juta untuk multimedia. Ketiga, dari supplier sebesar US$ 1,5 miliar dan terakhir, dari pasar modal melalui penawaran saham perdana (IPO) dan obligasi.
"Kami melihat sektor yang paling futuristik adalah telekomunikasi dan multimedia," kata James kepada wartawan di Jakarta hari ini.
Berkaitan dengan IPO itu, Lippo akan melakukan penawaran saham perdana Natrindo dalam dua tahun ini. Natrindo saat ini dikuasai Maxis sebesar 51 persen dan Lippo 49 persen.
Berdasarkan catatan Tempo, pertengahan September 2004 lalu pemerintah telah memberikan lisensi generasi ketiga (3G) kepada Lippo Telecom. Lippo Telecom menjadi pemegang frekuensi generasi ketiga pertama di antara operator seluler yang sudah ada. Operator seluler lain adalah PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Indonesia Satellite Corporation Tbk. (Satelindo), PT Excelcomindo Pratama, dan PT Mobile-8 Telecom.
Sebelumnya, Natrindo atau Lippo Telecom merupakan operator DCS 1800 regional di Jawa Timur. Namun, setelah izin diperpanjang pada 2001 tidak juga berkembang, pemerintah akhirnya mengubah izin lisensi Lippo menjadi nasional.
Menurut James, proyek telekomunikasi dan multimedia yang sedang dipersiapkan Lippo adalah proyek kartu pintar (smart card, yang memungkinkan transaksi pembayaran tidak lagi dilakukan melalui kartu kredit, tetapi melalui kartu pintar.
Saat ini Lippo bergerak di empat sektor, yakni perbankan dan asuransi jiwa, retail, properti (Lippo Karawaci), serta telekomunikasi dan multimedia. "Masing-masing sektor menghasilkan arus kas sebesar Rp 500 miliar per tahun," katanya.
Selain telekomunikasi dan multimedia, Lippo juga melihat jalan tol sebagai proyek yang lebih realistis.
Fanny Febiana - Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|