Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

INSA Minta Pelabuhan Tanjung Priok Direformasi
Senin, 14 Maret 2005 | 19:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Asosiasi Kepemilikan Kapal Nasional Indonesia atau Indonesian National Ship owner’s Association (INSA) Oentoro Surya meminta agar pelabuhan Tanjung Priok direformasi, terutama di bidang infrastruktur karena selama 200 tahun terakhir belum ada perubahan.

Menurut dia, tingkat aktivitas ekonomi Pelabuhan Tanjung Priok jika dibandingkan dengan pelabuhan lain di dunia sangat memprihatinkan. Pelabuhan Tanjung Priok pada 2003 misalnya, hanya memiliki pertumbuhan bongkar muat barang di pelabuhan sebesar 7 persen. Bandingkan dengan pelabuhan di Guangzhou yang mencapai 30 persen dan Shenzhen di Cina 50 persen.

"Kegiatan pelabuhan Indonesia, khususnya Tanjung Priok, masih jauh tertinggal dari pelabuhan lain di dunia," kata Oentoro di Jakarta hari ini. "Kondisi ini terjadi karena lemahnya infrastruktur."

Menurut dia, akibat inefisiensi yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok, satu kapal hanya bisa melakukan bongkar muat 300-400 ton per hari. Padahal, satu kapal seharusnya bisa melakukan bongkar muat 2.000 ton per hari. "Ini membuat kapal-kapal itu lebih memilih transit di Singapura atau Malaysia," katanya.

Dia juga menyoroti peranan PT Perusahaan Pelayaran Nasional Indonesia (Pelindo) yang berfungsi sebagai pemilik, regulator, fasilitator, sekaligus juga sebagai pemain. Yang akhirnya menjadi monopoli dan menimbulkan biaya tinggi. Saat mau bongkar muat harus menunggu sampai 12 jam, karena ada semboyan no pay no service.

Rini Kustiani - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Bongkar muat tepung terigu di pelabuhan tanjung Priok, Jakarta 6 Oktober 2000 [ Awaluddin R/ TEMPO; 31D/339/2000; 20001123 ]. Tiang pancang untuk pembangunan pelabuhan bebas Sabang dan kapal nelayan, Aceh, Desember 2000. [TEMPO/ Bernard Chaniago; 31D/451/2001; 20010116].
Tiang Pancang
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dua Koruptor Pembangunan Tual Ditahan KPK
Makam Keramat Al-Haddad Tak Termasuk Dibebaskan Pelindo
Menghindari Kecelakaan, 4 Ferry di Lombok Masuk Dok
Gula Ilegal 5.700 ton Diamankan Polda dan AL Riau
Tangerang Minta Izin Bangun Pelabuhan Ikan Modern
Menko Ekuin Minta Birokrasi Pelabuhan Dipangkas
KPPU Minta Pemerintah Tentukan Regulator Pelabuhan
Pengelolaan Pelabuhan Bojonegara Tetap di Pusat
Pelabuhan Indonesia Hanya Sebagai Feeder
Perkembangan Pelabuhan Indonesia Stagnan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data