Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Shell akan Klarifikasi Minggu Ini
Senin, 14 Maret 2005 | 11:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Shell Indonesia akan memberi klarifikasi mengenai kasus Ambalat kepada Direktur Jenderal Minyak dan Gas, minggu ini. "Mereka minta bertemu saya," kata Dirjen Minyak dan Gas Iin Arifin Takhyan di kantor Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, hari ini, Senin (14/3).

Iin mengatakan pemerintah akan menanyakan mengapa Shell masuk ke Blok Ambalat melalui Malaysia. Dirjen Migas juga akan meminta klarifikasi mengenai kemungkinan Shell membocorkan data-data milik pemerintah di Blok Ambalat. "Dalam kontrak disebutkan data itu milik pemerintah, dia boleh gunakan selama kontrak tapi kalau ingin transfer ke pihak lain harus minta izin kepada pemerintah," kata Iin.

Iin melanjutkan, seharusnya jika kontrak sudah habis, data tersebut diserahkan semuanya kepada pemerintah.

Mengenai kemungkinan Shell membocorkan data tersebut, lanjut Iin, sulit dibuktikan. "Tetapi yang jelas secara logis, internal mereka (Shell) sudah tahu," kata Iin.

Shell pada 1999 pernah mengelola blok di sekitar Ambalat. Kemudian pada 2001 dilepas ke ENI, perusahaan minyak asal Italia. Saat itu ENI telah melakukan pengeboran dan mendapati cadangan minyak.

Sementara itu Wally Saleh President Eksternal and Business Affair Shell Indonesia membenarkan akan ada pertemuan dengan Dirjen Migas. "Kami sering melakukan pertemuan dengan Dirjend Migas, mungkin saja salah satu topiknya mengenai klarifikasi Blok Ambalat," kata Wally.

Dia menjelaskan selama ini yang tidak banyak diketahui secara luas ternyata terdapat tumpang tindih antara Blok Ambalat dengan N6, blok yang dieksplorasi Shell dengan Petronas, Malaysia di Laut Sulawesi. "Tapi saya tidak tahu, berapa luasnya," katanya.

Muhammad Fasabeni


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

LSM Malaysia Kecam Pengaitan Isu TKI dengan Ambalat
Wakil Ketua DPR: Sebaiknya SBY Umumkan Perang dengan Malaysia
PDIP dan PKB Malang Buka Posko Relawan
Mahasiswa Malaysia di Yogyakarta Was-Was
Pemerintah Awasi 9 Blok Lepas Pantai Kaltim
Giliran Mahasiswa Ambon Buka Pendaftaran "Ganyang Malaysia"
Plang Nama Konsulat Malaysia Dirusak Demonstran
Deptamben Pertimbangkan Tegur Shell
Lagi, Aksi Massa Menentang Klaim Malaysia atas Ambalat
Tersengat Minyak Ambalat
> selengkapnya...


Referensi

Negara Berpagar Belasan Ribu Pulau
Ladang Minyak yang Diperebutkan Dua Negara
Babak Baru Sengketa Negeri Serumpun

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Desain Terminal Bandara Depati Amir Selesai Oktober
Keliling Dunia KPU Dinilai Tak Efektif
Maradona Anggap Blatter Budak
Perpres Penataan Ruang Megapolitan DIsambut Baik
Calon Legislator Muda Rentan Disuap

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data