Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Beban Utang Pemerintah Mencapai Rp 600 Triliun
Jum'at, 11 Maret 2005 | 15:59 WIB

TEMPO Interaktif, Medan:Menteri Keuangan Yusuf Anwar mengatakan saat ini beban utang pemerintah Indonesia mencapai Rp 600 triliun utang pokok dan Rp 50 triliun bunganya yang harus dibayar.

“Itu utang pokok yang berasal dari berbagai sektor, termasuk perbankan,” ucap Yusuf Anwar saat mengadiri acara di Kantor Wilayah Departemen Keuangan di Medan, Jumat (11/3).

Agar beban utang pemerintah Indonesia tidak bertambah, diharapkan saat ini tidak terjadi inflasi yang mengakibatkan suku bunga utang pemerintah akan ikut naik. “Suku bunga naik, beban pemerintah naik, karena pembayaran ikut naik,“ ujarnya.

Besarnya utang pemerintah itu diakui Yusuf sangat membebani APBN. Untuk mengatasi beban tersebut, pemerintah melakukan penjualan aset-aset pelaku kejahatan keuangan. Namun, aset-aset tersebut saat ini banyak yang ditunda penjualannya dan hampir habis.

"Aset semakin lama semakin habis, tidak banyak yang bisa dijual lagi," jelas Yusuf. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana asset-aset yang laris manis telah terjual habis

Yusuf menambahkan, cara lain untuk mengatasi beban utang tersebut pemerintah juga akan melakukan privatisasi. Tahun ini targetnya pemerintah mendapat masukan dari program privatisasi sebesar Rp 3,5 triliun.

Hambali Batubara

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Polisi berjaga-jaga saat protes anti IMF dengan poster bertuliskan CGI = rentenir CGI=  interest of creditor, soft loan no debt relief yes dll di depan gedung tempat pertemuan CGI, Jakarta, 23 April 2001 [Koran TEMPO/ Amatoel Rayyani; K1A/283/2001; 2001 Protes anti IMF dengan poster bertuliskan tolak hutang baru hapus hutang lama, hentikan hutang baru kita akan lebih baik dll di depan gedung tempat pertemuan CGI, Jakarta, 23 April 2001 [Koran TEMPO/ Amatoel Rayyani; K1A/283/2001; 20010519].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indonesia Harapkan Penundaan Utang Minimal Lima Tahun
Pemerintah Harapkan APBN-P Dapat Diajukan April
Koalisi Anti Utang Desak Pemerintah Batalkan Pinjaman Baru
Peringkat Indonesia Bisa Naik setelah Keluar Dari Daftar Hitam FATF
Italia Beri Debt Swap30 Juta Euro Untuk Rekonstruksi Aceh
Rasio Utang Indonesia Tetap Aman
Jepang, Bank Dunia, dan ADB Kreditor Terbesar
CGI Beri Total Pinjaman US$ 3,4 Miliar
DPR Minta Pertanggungjawaban Tim Ekonomi
ADB Tunjuk Konsultan Pipanisasi Kaltim-Jatim
> selengkapnya...


Referensi

Bersemilah Damai di Aceh
Keppres RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Badan Restrukturisasi Utang Luar Negeri Perusahaan Indonesia ( Indonesian Debt Restructuring Agency )

Website

Departemen Keuangan
Bank Indonesia
Moody's Investors Service
Standard & Poor's
International Monetary Fund
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

DPRD Siantar BerhentikanWali Kota dan Wakilnya
Taksi Terbakar di Jalan MT Haryono
Presiden Diminta Beri Sanksi Heru Lelono
Selasar Sunaryo Gelar 'A Decade Of Dedication'
Penyidikan Korupsi PT Telkom Senilai Rp 110 Miliar Terancam Macet

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data