Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Insentif Fiskal untuk Angkutan Umum
Rabu, 09 Maret 2005 | 16:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kenaikan Bahan Bakar Minya (BBM) berakibat naiknya angkutan umum. Bahkan kenaikan angkutan umum lebih besar dari rata-rata kenaikan BBM itu sendiri, mencapai 80 persen. Untuk mengatasi hal itu, menurut Kepala Badan Pengkajian Ekonomi Keuangan dan Kerja Sama Internasional (BAPEKKI), Anggito Abimanyu, pemerintah akan memberikan insentif fiskal untuk transportasi umum. "Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian dan Menteri Perhubungan sudah melakukan rapat," ujarnya kepada wartawan di Departemen Keuangan, Rabu (9/3).

Menurutnya, kebijakan tersebut akan segera diumumkan oleh Menteri Perindustrian dalam waktu dekat ini. Namun, Anggito menolak menyebutkan nilai dari insentif tersebut. Kebijakan tersebut nantinya akan berbentuk Peraturan Daerah (Perda). Walaupun tarif angkutan umum di berbagai wilayah di Indonesia sudah mengalami kenaikan, Anggito membantah apabila kebijakan tersebut dianggap terlambat. "Pemerintah pusat sudah berkomunikasi dengan pemerintah daerah mengenai akan adanya insentif untuk angkutan umum yang bertujuan mengendalikan kenaikan tarif angkutan umum,"ujarnya.

Beberapa waktu yang lalu, Menteri Perhubungan, Hatta Rajasa, pernah meminta Dirjen Pajak, Edy Abdurrahman berupa penurunan bea masuk terhadap suku cadang (spare parts) angkutan umum setelah kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu untuk mengurangi biaya produksi angkutan umum. Bentuk insentif fiskal tersebut berupa penetapan harga bersama dengan Asosiasi Angkutan yang bertujuan untuk tidak menaikan harga, mengurangi biaya margin serta pemberian kuota impor berupa komponen angkutan umum baik baru maupun bekas.

Kebijakan tersebut menurut Anggito, akan berdampak pada APBN. Namun, manfaat dari kebijakan tersebut akan jauh lebih besar daripada pengorbanannya. Adapun dengan kebijakan itu maka penerimaan dari bea masuk akan mengalami penurunan. Menurut Anggito, bea masuk bukan merupakan satu-satunya komponen penerimaan APBN. Namun, merupakan salah satu instrumen perdagangan. "Jadi bea masuk dipergunakan bukan semata-mata untuk penerimaan negara,"ujarnya.

Evy Flamboyan

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Nelayan tradisional Muara Angke membeli solar di pompa bensin/ SPBU 34-0134, Jakarta, 22 Mei 2001. [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/346/2001; 20010621]. Protes Forkot (forum kota) menolak kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak), telepon dan listrik dengan spanduk
Pompa Bensin
Protes Menolak Kenaikan BBM
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sopir Angkot Tangerang Demo Tolak Trayek Baru
Hotel Merdeka Kediri Dipergoki Mencuri Air PDAM
Dewan Putuskan Tarif Angkutan Naik 14 Persen
Yogyakarta Minta Kompensasi BBM Disalurkan Lewat Pemda
Minyak Tanah Diborong Kalangan Industri
Industri Bisa Dapat Minyak Murah dari Pangkalan Liar
Aksi Demo di Palu Berakhir Rusuh
Gubernur DKI Bahas Kenaikan Tarif Angkutan
Truk vs Taksi Lima Tewas di Klaten
Jusuf Kalla: Golka Belum Pelajari Hak Angket
> selengkapnya...


Referensi

Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM
Keputusan Gubernur DKI No. 1219/2003 tentang Pembentukan Tim Koordinasi UPMP-BBMT

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data