Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Deptamben Pertimbangkan Tegur Shell
Rabu, 09 Maret 2005 | 16:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Departemen Pertambangan dan Energi akan mempertimbangkan memberi teguran pada perusahaan minyak asal Belanda, Shell yang beberapa saat lalu telah diberi konsesi Petronas untuk mengelola ladang minyak East Ambalat yang diklaim milik Malaysia. Departemen Energi masih mengkaji kasus yang terjadi di Ambalat.

"Bulan lalu, Malaysia telah menyerahkan konsesi East Ambalat pada Shell, sedangkan Desember tahun lalu kita telah berikan konsesi pada Unocal," kata Menteri Pertambangan dan Energi Purnomo Yusgiantoro, di kantornya, Rabu (9/3).

Menurutnya, Shell sebelumnya telah mengelola Ambalat. Kemudian pada 1999, dialihkan pada ENI, perusahaan minyak asal Italia. Saat itut, ENI telah mengebor satu sumur, tapi ternyata sumur itu kering. Purnomo menambahkan, ENI juga kembali mengebor sumur lain di blok sebelahnya yaitu Bukat dan mendapatkan potensi hidrokarbon cukup besar. "Itu terjadi tahun lalu," tambah Purnomo.

Purnomo mengakui, di blok tersebut terdapat prospek minyak dan gas yang dapat eksploitasi. Saat ini, Shell berusaha kembali ke Ambalat melalui Malaysia. Padahal, sebelumnya, saat dikelola Shell telah dilimpahkan secara bisnis ke ENI.

"Kita masih akan mempelajari ini (memberi teguran pada shell)," tambahnya. Purnomo menegaskan dalam masalah Ambalat, yang terpenting adalah Indonesia tetap berkeyakinan Ambalat masuk ke wilayah Indonesia. Masalah ini adalah masalah kedaulatan. Purnomo juga menegaskan Unocal tetap melanjutkan tahapan-tahapan mengeksplorasi Ambalat. "Pada tahun ini, menurut jadwal, Unocal masih melakukan studi, dan baru tahun 2006 akan melakukan eksplorasi," ujarnya.

Muhamad Fasabeni


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Lagi, Aksi Massa Menentang Klaim Malaysia atas Ambalat
Tersengat Minyak Ambalat
Presiden: Indonesia Prioritaskan Perundingan Damai Dengan Malaysia
Satu Batalyon Marinir Disiapkan ke Ambalat
Mahasiswa Kediri Desak Pemerintah Konfrontasi dengan Malaysia
Indonesia Tidak Akan Bawa Kasus Ambalat ke ASEAN
Wakil Presiden Minta Krisis Ambalat Disikapi Bijak
DPD Tolak Cara Pemerintah Tangani Ambalat
Fron Pembela NKRI Juga Mobilisasi Massa
Warga Sulawesi Tengah Dirikan Front Bela Indonesia
> selengkapnya...


Referensi

Negara Berpagar Belasan Ribu Pulau
Ladang Minyak yang Diperebutkan Dua Negara
Babak Baru Sengketa Negeri Serumpun

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pagi Ini, Rusia Angkat Kaki dari Georgia
Saham di Bursaa Jepang Sesi Pagi Turun 0,67 Persen
Bush Tuntut Rusia Segera Keluar dari Georgia
Penyerang Kroasia Mulai Berlatih di Persiba
Australia: Indonesia dan Australia Akan Memperoleh Keuntungan dari Perdagangan Bebas

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data