|
Ekbis
Serikat Pekerja BTN Tolak Merger
Rabu, 09 Maret 2005 | 14:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Senada dengan pernyataan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Kodradi, Senin (7/3), Serikat Pekerja BTN menolak wacana merger BTN. "Karena kami melihat agenda tersembunyi dari program merger BTN tersebut," ujar Satya Wijayantara, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Bank BTN kepada Tempo sesuai konferensi pers, Rabu (9/3) di Jakarta.
Agenda tersembunyi tersebut, kata Satya, adalah berusaha menjadikan BTN sebagai alat meningkatkan nilai divestasi saham yang menguntungkan kepentingan jangka pendek dari investor pasar modal belaka. "Ini berpotensi mengurangi peran BTN dalam pembiayaan KPR (Kredit Perumahan Rakyat) untuk rakyat kecil yang selama ini menjadi fokus usaha BTN," tuturnya.
Satya juga mengungkapkan pentingnya wacana merger antar bank BUMN segera dihentikan. Pasalnya, kata dia, belum ada aturan pemerintah yang mengatur merger tersebut. "Selain itu, rencana merger yang tidak melalui konsultasi publik yang transparan dan melibatkan seluruh stakeholder, terutama karyawan dan nasabah BTN, adalah bertentangan dengan konstitusi dan prinsip good corporate governance," kata dia.
Di masa mendatang, menurut Satya, serikat pekerja akan melakukan pendekatan dengan anggota fraksi-fraksi DPR agar turut menolak rencana merger BTN dengan Bank BUMN lainnya. "Saat ini kami sudah berdiskusi dengan Golkar, PDIP, dan Partai Demokrat," ujarnya.
Ia menjelaskan penolakan rencana merger dan pendekatan kepada fraksi-fraksi di DPR akan terus berlangsung hingga wacana merger tidak dibicarakan lagi. "Selama wacana merger masih ada, kami akan terus menolak," tegasnya.
Selain itu, kata Satya, serikat pekerja BTN juga akan membicarakan masalah ini dengan menteri perumahan rakyat.
RR Ariyani
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|