Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

API Perlu Jelaskan Posisi Bank Syariah
Minggu, 06 Maret 2005 | 19:20 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Deputi Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Edi Setiadi menganjurkan Arsitektur Perbankan Indonesia (API) untuk lebih memperjelas posisi bank syariah dalam konteks perbankan nasional.

“Bukan revisi API, tapi lebih memperjelas detailnya,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela lokakarya wartawan Bank BNI Syariah, Minggu (6/3).

Kedudukan Bank Syariah dalam API, kata Edi, memang sudah termuat dalam pilar terkait yang menyatakan butir “kita harus bisa berorientasi global, mengikuti pasar dunia kompetitif dengan pelaku-pelaku internasional”.

Bank Syariah, menurut dia, juga telah mengacu pada peraturan internasional. "Sudah sejalan, cuma detilnya kurang lengkap,” katanya.

Namun, menurut Edi, BI menyadari sepenuhnya akan hal itu. Saat ini sedang ada diskusi intens untuk memperjelas posisi Bank Syariah ada dimana dalam 6 pilar API tersebut.

“Ke depan harus dipikirkan dimana posisi Bank Syariah? Disamping adanya Bank Internasional, Bank Nasional, Bank Fokus, dan Bank dengan kegiatan terbatas,” jelasnya.

Sementara itu, Pemimpin Unit BNI Syariah Rizqullah menyatakan, terbuka pada kebijakan menyangkut perbankan syariah mendesak untuk diterbitkan, baik merupakan Undang-Undang tersendiri ataupun merupakan bagian dari UU Perbankan Nasional.

“Terserah. Yang penting ada kebijakan yang lebih kuat dan komprehensif tentang operasionalisasi Bank Syariah. Jadi pengembangan ke depan lebih mudah lagi,” ujarnya.

Saat ini, kata Rizqullah, UU nomor 10/1998 tentang Perbankan hanya mengatur besaran bank-bank yang ada di Indonesia.

“Ke depan, diharapkan UU dapat mengatur bagaimana kolektibilitas pembiayaan, penilaian kesehatan Bank Syariah, juga masalah permodalan,” tuturnya.

Ia pun menjelaskan selama UU Perbankan Syariah belum terbit, akan mengadopsi kebijakan yang mengatur bank konvensional, dimana karakteristik dua jenis bank itu sangat berbeda. RR. Ariyani

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana kantor bank Bali saat protes karyawan Bank Bali di kantor pusat Bank Bali jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, 1999 [TEMPO/ Bernard Chaniago; 28d/236/99; 2001/03/22]. Suasana kantor bank Bali saat protes karyawan Bank Bali di kantor pusat Bank Bali jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, 1999 [TEMPO/ Bernard Chaniago; 28d/236/99; 2001/03/22].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bank Permata Luncurkan Fasilitas Transfer Antarbank Melalui SMS
NISP Masih Selaraskan Rencana Kerja dengan OCBC
PPA Jual Aset BII
Hidayat Nur Wahid : DPR Jadwalkan Pembahasan UU Bank Syariah
Meneg BUMN Mengaku Belum Tahu Rencana Penerbitan Obligasi BNI
BI Persilahkan Bank Merger Atau Akuisisi Sebelum Akhir Juli
BI Beri Insentif Pajak Percepat Konsolidasi
BI Akui Fit And Proper Bank Lemah
BI Keluarkan Paket Kebijakan Perbankan Pertengahan Januari
Warga Muhammadiyah di Daerah Tolak Tanam Modal Buat Bank Persyarikatan
> selengkapnya...


Referensi

Latar Belakang Gugatan BDB
Kronologi Kondisi Keuangan PT. BDB Tahun 2002-2004
Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Status Pengutang BPPN
> selengkapnya...

Website

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
Bank Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Kebakaran di Bawah Gerbang Jalan Tol Kemayoran
Buruh Bentrok Dengan Satgas KJRI di Hongkong
Masyarakat Lebih Akrab dengan Mencoblos
Pemungutan Suara Pemilu 2009 Memakan Waktu Lebih Lama
Soetrisno Bachir Harapkan Gaet Pendukung Gus Dur

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data