Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Bank Sulut Tawarkan Obligasi Senilai Rp 200 Miliar
Rabu, 02 Maret 2005 | 16:12 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara (Bank Sulut) menawarkan obligasi senilai Rp 200 miliar. Bunga tetap berkisar antara 12,25 persen hingga 12,87 persen per tahun.

Perusahaan akan mencatatkan obligasi berjangka waktu lima tahun dengan peringkat BBB dari PT Pefindo (Pemeringkat Efek Indonesia) ini di PT Bursa Efek Surabaya pada 15 April 2005 dengan masa penawaran umum selama periode 7-11 April 2005.

Penjamin pelaksana emisi obligasi adalah PT Mandiri Securitas dan PT Dhanawibawa Arthacemerlang. Sedangkan waliamanatnya PT Bank Mandiri Persero Tbk.

Menurut Direktur Utama Bank Sulut Jopie Lumintang, penawaran obligasi itu seluruhnya untuk ekspansi kredit.

Dia menambahkan, penawaran obligasi ini merupakan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya Bank Sulut juga melakukan hal serupa pada 1995 dan 1998. "Perusahaan telah melunasi secara penuh obligasi I dan II pada saat jatuh tempo," kata Jopie di Jakarta hari ini.

Dia memprediksikan, pertumbuhan Bank Sulut tahun ini akan mencapai 20 persen. Dengan asumsi, seluruh obligasi senilai Rp 200 miliar itu tersalurkan. Bank Sulut juga mentargetkan laba kotor tahun ini sebesar Rp 68 miliar.

Berkaitan dengan pengucuran kredit, tahun ini bank akan fokus pada pemberian kredit konsumtif sebesar 95 persen. Menurut dia, pertimbangan bank memberikan prioritas terhadap kredit konsumtif ini karena banyaknya pasar yang belum tergarap secara optimal.

Selain untuk sektor konsumtif, Bank Sulut juga akan mengucurkan kredit ke sektor pendidikan dan pengembangan usaha keluarga.

Sementara itu, kredit yang diberikan Bank Sulut per 31 Oktober 2004 mencapai Rp 511,27 miliar. Penyaluran kredit untuk sektor konsumtif mencatat porsi terbesar, yaitu Rp 500,79 miliar. Diikuti sektor konstruksi sebesar Rp 10,13 miliar. Sedangkan laba operasional Bank Sulut per 31 Oktober 2004 sebesar Rp 59,21 miliar dengan laba bersih sebesar Rp 40,62 miliar.

Fanny Febiana/Rr Ariyani - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Medco: Obligasi Apexindo Akan Meningkatkan Likuiditas Induk Perusahaan
Apexindo akan Terbitkan Obligasi
CMNP Ikut Tender Tol Depok-Antasari dan Cinere-Jagorawi
Lelang Obligasi Kembali Kelebihan Penawaran
Pemerintah Optimis Atas Rencana Obligasi Internasional
Pemilihan Wali Kota, Partai Demokrat Depok akan Berkoalisi
Obligasi Negara Seri FR0028 Dilelang 22 Februari
Obligasi Bank Niaga Akan Didaftarkan di Singapura
Negara Asia Pasifik Tawarkan Obligasi US$ 2 Triliun
BES:Investasi Obligasi Tahun Ini Masih Menguntungkan
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
UU RI nomor 24 Tahun 2002 Tentang Surat Utang Negara

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Clevelad Cavaliers Boyong Darnell Jackson
'Memasak' Film ala HBO  
Federer dan Murray Bersaing Cetak Rekor Sejarah
PKB Gus Dur di Kediri Menolak Duduki Kantor KPU
Minggik Dituntut Empat Tahun Penjara

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data