|
Ekonomi dan Bisnis
Mari: Gejolak Harga Akan Terjadi Dua Pekan Setelah Pengumuman BBM
Rabu, 02 Maret 2005 | 04:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengungkapkan, gejolak harga barang kebutuhan pokok diperkirakan akan terjadi dua pekan setelah pengumuman kenaikan bahan bakar minyak (BBM).
"Perkiraan ini berdasarkan pada pengalaman kenaikan BBM tahun sebelumnya," kata Mari di Jakarta.
Menurut Mari, untuk mencegah terulangnya gejolak yang sama, Departemen Perdagangan telah melakukan upaya antisipasi bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta asosiasi produsen makanan dan minuman. "Kami membuat posko pemantauan untuk menyiapkan penanggulangan," ujarnya.
Dia menambahkan, pemantauan harga dilakukan oleh Departemen Perdagangan secara terus-menerus. Salah satunya adalah inspeksi mendadak yang dilakukannya ke Pasar Jatinegara untuk melihat dampak kenaikan harga BBM kemarin. "Saya belum melihat ada kenaikan harga di pasar," katanya.
Mari tidak membantah telah terjadi kenaikan harga secara bertahap sejak dua bulan terakhir yang dipicu rencana kenaikan BBM dan faktor-faktor lain seperti harga beras yang telah naik sekitar 16 persen dari harga rata-rata Januari 2005.
Kenaikan ini disebabkan gangguan panen karena banjir dan musim hujan yang mundur. Begitu pula dengan harga gula yang naik sekitar 11 persen dari rata-rata Januari 2005 lebih disebabkan karena kenaikan harga gula internasional.
Khusus untuk mengendalikan harga gula, pemerintah telah memerintahkan importir gula untuk melakukan pengendalian harga sejak akhir pekan lalu. Salah satu pelaku operasi pasar, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), sudah mengeluarkan tiga truk dengan muatan 8 ton gula pasir ke Pasar Induk Cipinang dan Pasar Rumput Jakarta Selatan.
Selain dua pasar ini di Jakarta, RNI juga akan berencana menggelar operasi pasar di beberapa pasar tradisional. "Dalam waktu lima hari kami akan mengeluarkan 20 ton ke pasar-pasar," kata Agung P. Murdanoto, Deputi Direktur Pengembangan Agro RNI.
Secara keseluruhan, perusahaan plat merah ini menyediakan stok 100 ton gula untuk setiap kota. Selain di Jakarta, RNI juga akan menggelar di enam kota besar lainnya. Gula yang dijual dalam operasi pasar berasal dari gula impor asal Thailand dengan harga Rp 5.300 ke konsumen.
Sementara itu, beberapa pedagang di Pasar Induk Cipinang menyatakan, kenaikan BBM yang diumumkan pemerintah Senin malam tidak akan menaikkan harga jual mereka. "Pengaruhnya paling ke biaya angkut, naiknya sekitar 10-15 persen," ujar salah satu pedagang.
Sebagai gambaran, ongkos dalam kota akan naik menjadi Rp 30 per kilogram dari Rp 25 per kilogram. Sementara itu, untuk tujuan Bandung, biaya angkut naik menjadi Rp 100 per kilogram. Khusus harga beras dan gula, seorang pedagang yang enggan disebut namanya mengatakan tidak akan naik lagi. "Karena sebelumnya kedua komoditas itu telah naik," kata dia.
Menurut dia, kenaikan harga gula beberapa waktu yang lalu dipicu oleh kenaikan harga gula di pasar internasional. Setelah pemerintah mengumumkan akan mengimpor gula sebesar 200 ribu ton dan melakukan operasi pasar, harga gula dari pedagang besar mulai turun.
"Saat ini, saya melepas harga Rp 4.950 per kilogram untuk gula paling bagus," kata dia. Sebelumnya, harga gula di tangan pedagang besar mencapai Rp 5.100 per kilogram.
Efri Ritonga/Sutarto - Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|