Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Presiden Akan Memantau Situasi Pasca-Kenaikan BBM
Selasa, 01 Maret 2005 | 14:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berencana meninjau langsung ke lapangan sehubungan dengan kenaikan BBM. "Presiden committed untuk terjun langsung ke lapangan," kata Ketua Umum Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Hartati Murdaya, usai bertemu Presiden di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (1/3).

"Beliau akan diam-dim kontak langsung dengan dengan masyarakat kita, khususnya lapisan masyarakat bawah mengenai kebutuhan mereka di bidang kesehatan, pendidikan, mata pencaharian dan sebagainya," kata Hartati. Dia menambahkan, dalam kesempatan itu, Presiden kembali menegaskan sikapnya untuk memfokuskan dana subsidi untuk kesejahteraan masyarakat.

Walubi dan komunitas umat Budha, kata Hartati, menyatakan dapat mengerti dan menerima kebijakan kenaikan itu walaupun tetap bersikap hati-hati dalam menyampaikan pernyataan. "Kami perwakilan umat Budha turut mengimbau agar masyarakat tidak terlalu negatif dan kontroversial terhadap adanya kenaikan BBM," kata dia.

Hartati mengungkapkan, pihaknya menyadari bahwa hanya sekitar tujuh persen dari subsidi BBM sebelumnya yang dinikmati oleh orang miskin. Selebihnya dinikmati oleh pihak yang tidak perlu mendapatkannya. Karena itulah, subsidi BBM dengan kenaikan ini nantinya akan dialokasikan kepada masyarakat miskin melalui pendidikan, kesehatan, dan bidang kesejahteraan lainnya.

Pemerintah resmi memberlakukan kenaikan BBM hari ini. Premium, yang semula Rp 1.800 menjadi Rp 2.400 (naik 32,60 persen), solar untuk transportasi naik dari Rp 1.650 menjadi Rp 2.100 (naik 27,27 persen), solar untuk industri naik dari Rp 1.650 menjadi Rp 2.200 (naik 33,33 persen), minyak tanah rumah tangga tetap Rp 700, minyak tanah untuk industri naik dari Rp 1.800 menjadi Rp 2.200 (naik 22,22 persen).

Abdul Manan

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Nelayan tradisional Muara Angke membeli solar di pompa bensin/ SPBU 34-0134, Jakarta, 22 Mei 2001. [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/346/2001; 20010621]. Protes Forkot (forum kota) menolak kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak), telepon dan listrik dengan spanduk
Pompa Bensin
Protes Menolak Kenaikan BBM
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Harga Minyak Tanah di Surabaya Naik 50 Persen
Tarif Angkutan Naik 7-10 Persen
Jelang Kenaikan Harga Permintaan BBM Melonjak
Pemerintah Siap Jawab Hak Angket DPR
Sopir Angkot Kupang Mogok
Pelajar di Palembang Keluhkan Kenaikan Tarif Angkot
Harga Sembako Merangkak Naik
Bank Indonesia Kemungkinan Naikkan Suku Bunga Akibat BBM
Premium Naik Jadi Rp 2.400
Antrean Kendaraan Bertambah Dua Kali Lipat
> selengkapnya...


Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data