|
Ekonomi
Pemerintah Segera Bahas Kemungkinan Buka Kembali Keran Impor Beras
Kamis, 24 Pebruari 2005 | 17:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Perdagangan dan Dewan Ketahanan Pangan akan segera membahas kemungkinan membuka kembali keran impor beras.
“Kami ingin melihat keadaaan, apakah stok cukup, apakah terjadinya kenaikan karena menunggu panen, apakah perlu dikeluarkan izin impor beras atau tidak,” kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Jakarta hari ini.
Menurut dia, persedian beras saat ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Pasar Induk Cipinang misalnya, ada persedian beras sebanyak 60 ribu ton. Sedangkan beras yang beredar di toko-toko mencapai 30 ribu ton dan sisanya ada digudang-gudang.
Seperti diketahui, akhir tahun lalu Departemen Perdagangan memperpanjang larangan impor beras yang seharusnya berakhir Desember 2004 menjadi Juni 2005. Masa larangan ini sesuai dengan rekomendasi Departemen Pertanian. “Stok pada 2004 masih mencukupi karena panen yang sangat baik,” kata Mari.
Departemen Pertanian telah merekomendasikan Departemen Perdagangan agar memperpanjang penutupan keran impor beras tersebut. Alasannya, berdasarkan perkiraan Badan Pusat Statistik, produksi padi pada 2004 mencapai 54,34 juta ton gabah kering giling atau setara 34 juta ton beras. Ini berarti melebihi target produksi padi tahun ini sebesar 53 juta ton. Sedangkan kebutuhan beras nasional sebanyak 32 juta ton.
Selain membicarakan kemungkinan membuka keran impor beras, Departemen Perdagangan dan Dewan Ketahanan Pangan juga akan membahas penyebab kenaikan harga beras akhir-akhir ini.
Dalam daftar perkembangan harga kebutuhan pokok dan barang jenis lainnya tahun lalu dan 2005 yang dikeluarkan Departemen Perdagangan, beras selama dua bulan terakhir mengalami kenaikan sekitar 7,32 persen. Harga rata-rata pada Januari 2005 mencapai Rp 3.027 dan harga pada Februari mencapai Rp 3.266.
Selain beras, beberapa produk yang juga mengalami kenaikkan bulan ini adalah gula, susu kental manis, tepung terigu, dan kedelai.
Khusus untuk gula, pemerintah akan melakukan operasi pasar. Selain itu, pemerintah telah memberi izin kepada empat importir terdaftar untuk mendatangkan gula impor sebesar 200 ribu ton.
Sutarto - Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Bongkar muat beras import Cina di Pelabuhan III Tanjung Priok, Jakarta. [TEMPO/ Ilham Soenharjo; 45b/017/85; 2000/03/18].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20000326-105](/hg/photostock/2004/12/27/s_Beras01_high_thumb.jpg) |
![Bongkar muat beras impor di pelabuhan indonesia IV cabang makassar [Rini PWI; 29d/480/2000; 2000/05/27].](/hg/photostock/2004/12/27/s_29d48004_high_thumb.jpg) |
| Bongkar Muat di Tanjung Priok
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|