Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

DPR Minta Perjanjian Jual Beli Cemex Dibuka ke Publik
Kamis, 03 Pebruari 2005 | 12:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Komisi Perdagangan, Industri, dan BUMN Khofifah Indarparawangsa meminta pemerintah lebih terbuka ke publik untuk memaparkan isi dari perjanjian jual beli (conditional sale and purchase agreement) saham PT Semen Gresik Tbk. kepada Cemex.

Dalam kasus Cemex yang menuntut pemerintah menjalankan "janji" sesuai kesepakatan, Khofifah pun menandaskan bahwa Komisi VI tidak menginginkan saham pemerintah berkurang dari 51 persen. Setelah itu, pun tidak ada injeksi modal di Tuban I, II, III.

"Mestinya pemerintah lebih percaya diri melakukan arbitrase, kalau memang perjanjiannya tidak dijual," kata Khofifah.

Namun, apabila setelah kesepakatan pemerintah-Cemex itu dipublikasikan dan diketahui ada yang patut dipertanyakan kepada pemerintah sebelumnya (yang membuat kesepakatan jual beli), "Komisi VI akan memanggil Tanri Abeng (mantan Menteri BUMN), dan para deputi menteri yang terkait dengan kesepakatan jual beli itu," ujar Khofifah.

Melalui pemanggilan itu, dia menambahkan, publik akan mengetahui bagaimana posisi sebenarnya pemerintah ketika kesepakatan itu dibuat. "Apa terburu-buru, panik, atau memang ada proses yang tidak wajar," kata Khofifah.

Fanny Febiana

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Konferensi pers PT Semen Gresik menjelaskan tentang spin off/ pemisahan diri perusahaan PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa dari PT Semen Gresik, Jakarta, 2001 [TEMPO/ Bodi CH; K1A/215/2001; 20010510]. Direktur Utama (Dirut) PT Semen Gresik, Satriyo (kiri) dan kuasa hukumnya Todung Mulya Lubis (tengah) dalam jumpa pers usai RUPSLB PT Semen Padang di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin, 12/05/2003. Meski diwarnai aksi walk out dari komisaris dan direksi lama PT Semen Padang, menurut Satriyo, RUPSLB sah demi hukum karena menggunakan keputusan kasasi MA yang membolehkan Semen Gresik sebagai pemegang saham utama atau 99,99 persen saham Semen Padang untuk melakukan RUPSLB.  RUPSLB memutuskan Direktur Utama Dwi Sutjipto menggantikan Ikhdar Nizar, Komisaris Utama Ismed Yuzairi yang merupakan Mantan Pangdam Bukit Barisan menggantikan Saafroedin Bahar. 
[TEMPO/ Taufik Subarkah; Digital Image; 20030512].
Konferensi Pers PT Semen Gresik
Satriyo dan Todung Mulya Lubis

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Semen Gresik Belum Berencana Bentuk Perusahaan Semen Baru
Pemerintah Tidak Akan Mengubah Lima Opsi untuk Cemex
Serikat Pekerja Semen Gresik Tak Keberatan Pemerintah Bentuk Perusahaan Patungan
Ratusan Serikat Pekerja Demo di Departemen Keuangan
Pemerintah Bahas Perusahaan Patungan Dengan Cemex
DPR Didesak Tolak Rencana Penjualan Pabrik Semen Tuban ke Cemex
Karyawan Semen Gresik Beraksi Lagi
Hari Ini 1000 Karyawan Semen Gresik Demo
Semen Gresik Targetkan Produksi Naik 8 Persen
Karyawan Semen Gresik Tolak Opsi yang Bisa Kurangi Saham Pemerintah
> selengkapnya...


Website

CEMEX Asia Holdings
PT Semen Gresik Tbk.


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data