|
Ekonomi dan Bisnis
BEJ Masih Kaji Proses Pembagian Dividen Final Bimantara
Selasa, 01 Pebruari 2005 | 02:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bursa Efek Jakarta (BEJ) masih mengkaji proses pembagian dividen final (pembagian keuntungan setelah akhir tahun) PT Bimantara Citra Tbk.
Pembagian dividen final ini merupakan rencana lanjutan dari Bimantara menggantikan rencana pembagian dividen interim (pembagian keuntungan dalam tahun berjalan) dalam bentuk kepemilikan saham di Mobile-8 atau dalam bentuk nilai tunai.
"BEJ masih mengkaji rencana pembagian dividen final Bimantara, masih dalam pembahasan direksi, mereka kan baru saja mengubah rencana perubahan pembagian dalam bentuk dividen final," tutur Harry Wiguna, Direktur Pencatatan BEJ, saat dihubungi via telepon, Senin malam (31/1).
Sebelumnya, pembagian dividen interim Bimantara dalam bentuk kepemilikan saham anak perusahaan, yakni PT Mobile-8 sempat dikecam Badan Pengawas Pasar Modal. Pasalnya, pembagian dalam bentuk kepemilikan saham anak perusahaan sesuatu hal yang tidak lazim.
Sehingga, Bapepam memberikan beberapa persyaratan dalam pengaturan pembagian saham Mobile-8. Pertama, pembagian saham harus melalui penawaran umum. Kedua pemegang saham diberikan alternatif, antara kepemilikan saham atau uang tunai. Ketiga, harus mendapatkan
persetujuan pemegang saham minoritas dalam proses pemberian dividen.
Di tempat terpisah, Edwin Kawilarang , Direktur Utama PT Bimantara Citra Tbk, mengatakan pihaknya merencanakan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan salah satu agenda mengkaji pembagian dividen final dalam bentuk kepemilikan saham Mobile -8 atau uang tunai. .
"Pembahasan pembagian dividen dalam RUPS di bulan Mei 2005 nanti, kami meminta persetujuan pemegang saham dulu," kata Edwin di Gedung Bimantara, Senin (31/1) sore.
Lebih lanjut, dia mengatakan, "Karena ini kan ada konflik kepentingannya, jadi pemegang saham minoritas harus mengambil keputusan."
Menurut Edwin, dalam membagikan dividen dalam bentuk saham Mobile 8 ataupun uang tunai, Bimantara akan mengikuti persyaratan yang ditetapkan Bapepam.
Dalam RUPS sebelumnya, tuturnya, sebagian besar pemegang saham telah menyetujui proses pembagian dividen dalam bentuk saham Mobile-8. "Yang tidak setuju paling nol sekian persen," tuturnya. yuliawati/fanny febiana)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|