Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Pupuk Iskandar Muda Tetap Khawatirkan Pasokan Gas
Minggu, 23 Januari 2005 | 12:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Meskipun PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) sudah mulai beroperasi, tapi manajemen dan karyawan perusahaan itu masih mengkhawatirkan akan jaminan pasokan gas dalam jangka panjang.

Komitmen pemerintah untuk memasok gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) sebanyak 12 kargo untuk memenuhi kebutuhan tiga pabrik pupuk di Aceh, saat ini baru bisa dipenuhi tiga kargo.

”Kami mempertanyakan kepastian kekurangan gas sebanyak sembilan kargo itu,” kata Direktur produksi Pupuk Iskandar Muda Aziz Pazsa di Lhokseumawe.

Menurut dia, pemerintah memang telah berupaya dengan melakukan penjadwalan kembali ekspor gas ke Jepang dan Korea. Namun, belum ada kepastian untuk pasokan gas di ketiga pabrik di Lhokseumawa, yaitu PIM I, PIM II, dan Aceh Asean Fertilizer (AAF).

PIM memiliki dua pabrik, yaitu PIM I dan PIM II. Untuk PIM I telah beroperasi sejak 13 Januari lalu dengan kapasitas terpasang sebesar 750 ribu ton per tahun. Pabrik ini menghasilkan pupuk urea prill. Akibat terbatasnya pasokan gas, produksi saat ini baru mencapai 476 ribu ton per tahun.

PIM II rencananya akan berproduksi mulai Maret 2005 dan mulai diperdagangkan pada Mei. Pabrik ini memproduksi urea granul dengan kapasitas terpasang 570 ribu ton per tahun.

Aziz menilai, masalah utama PIM adalah tidak adanya jaminan pasokan gas bumi dalam jangka panjang sehingga harus disiasati. Pemerintah hanya dapat memasok 12 kargo gas dari 18 kargo untuk tiga pabrik pupuk.

Karena itu, strategi yang digunakan adalah dengan melakukan penjadwalan produksi pada ketiga pabrik. PIM 1 berproduksi selama enam bulan dari Januari hingga Juni 2005. AAF akan mulai berproduksi pada Juli hingga Desember. Sedangkan PIM II akan berproduksi selama 10 bulan sejak Maret sampai Desember 2005.

“Kebijakan ini ditempuh agar para karyawan di ketiga pabrik tidak ada yang di-PHK,” tambahnya.

Muhamad Fasabeni - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kebakaran tangki minyak bumi di LNG Badak, Kalimantan Timur. [Ardjus; 13D/067/1992; 20030131]. Kapal tanker LNG Aquarius, kapal buatan Amerika memasuki pelabuhan Arun dan mengambil muatan untuk dipasarkan ke Jepang [ Sejarah perkembangan LNG Di Indonesia; 20000721 ].
Kebakaran tangki minyak LNG Badak
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah dan BP Tangguh Capai Kesepakatan
Pemerintah Diminta Segera Bangun Jaringan Pipa Gas
Pertamina dan Pembeli Sepakat Pengurangan Pengiriman Kargo LNG
Pengiriman Kargo LNG ke Korea Terlambat Karena Tsunami
15 Kontrak Baru Senilai US$ 3,5 Miliar Segera Ditandatangani
Merger Dua BUMN Pupuk Sedang Dikaji
Harga Elpiji Diproyeksikan Rp 4.000 Per Kilo
Indonesia Kekurangan Tujuh Kargo LNG
BP Tandatangani Kontrak Jual Beli Gas Dengan Korea
LSM Tolak Jaminan Pemerintah di Proyek LNG Tangguh
> selengkapnya...


Website

PT Perusahaan Gas Negara Tbk.
PT Pupuk Iskandar Muda


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data