Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

BII: Temasek Ikut Proses Divestasi
Kamis, 20 Januari 2005 | 18:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama PT Bank International Indonesia Tbk. (BII) Henry Ho mengakui, Temasek merupakan salah satu peserta divestasi BII.

”Proses divestasi banyak diikuti investor asing, salah satunya Temasek. Tapi berapa jumlahnya saya tidak tahu, itu kewenangan PPA (PT Perusahaan Pengelola Aset),” kata Henry Ho kepada pers di sela-sela penadatanganan kerja sama dengan PT Tunas Rental, anak perusahaan PT Tunas Financindo di Jakarta hari ini.

Menurut Henry, selain Temasek, proses divestasi perseroan juga dimeriahkan para investor lokal.

Seperti diketahui, proses pelepasan (divestasi) 15 persen saham pemerintah di BII diikuti 27 investor yang terdiri dari investor asing dan lokal.

Direktur Utama PPA Mohammad Syahrial mengatakan, 15 persen saham pemerintah, 66 persen diantaranya diserahkan ke investor lokal dan sisanya sebesar 34 persen diserahkan ke investor asing. Salah satu investor asing yang akan kembali menambah kepemilikan sahamnya diperbankan Indonesia adalah Temasek Holdings Pte. Ltd.

Sebelumnya lembaga investasi milik pemerintah Singapura ini telah menguasai 62 persen saham PT Bank Danamon Tbk. Temasek kembali menambah kepemilikannya menjadi 65,8 persen setelah berhasil memperoleh 3,8 persen saham dalam penjualan 10 persen saham Bank Danamon beberapa waktu lalu.

Sementara itu, menurut keterbukaan informasi BII kepada Bursa Efek Jakarta (BEJ), dari proses divestasi ini, penerimaan kotor pemerintah sebesar Rp 1,35 trilliun. Pemerintah melepas kepemilikan di BII sebanyak 7.286.960.000 lembar saham (15,25 persen) pada harga Rp 185 per saham.

Dengan adanya proses divestasi, pemerintah saat ini hanya memiliki 2.640.927.390 lembar saham (5,53 persen). Sebelum proses divestasi, BII dimiliki oleh pemerintah sebanyak 9.927.887.390 lembar saham (20,78 persen), Sorak Financial Holding Pte sebanyak 27.179.506.578 lembar saham (56,88 persen) dan masyarakat 10.675.952.263 lembar saham (22.34 persen).

Yuliawati - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Amerika Serikat Desak Indonesia Percepat Divestasi Bank Pemerintah
Penjualan Sisindosat Belum Rampung
Business Plan Lebih Diutamakan dalam Tender Permata
BNI Segera Road Show Setelah Divestasi Disetujui DPR
PT Timah Tidak Akan Bayar Pajak
Bank Panin Tegaskan Minatnya Terhadap Divestasi Bank Permata
Astra Siap Beli 71 Persen Permata
Pemprov Kaltim Tuding Menteri ESDM Mengacaukan Divestasi
Pemda Kaltim Tuding Menteri ESDM Bertanggung Jawab Soal KPC
Perusda Kaltim Gugat KPC dan Bupati Kutai Timur
> selengkapnya...


Website

Bursa Efek Surabaya


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Indeks Masih Berpotensi Melemah
Afrika Selatan: Kami Siap untuk Piala Dunia 2010
Jabodetabek Berawan
Anomali Kesebelasan Kroasia
Hari Ini PKB Gus Dur Alan Duduki Kantor KPU

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data