Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

DPR: BI Gagal Lakukan Fungsi Pengawasan
Kamis, 06 Januari 2005 | 20:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Keuangan dan Perbankan DPR menilai, Bank Indonesia telah gagal melaksanakan fungsinya melakukan pengawasan perbankan.

“Kami sangat menyesalkan terjadinya skandal Bank Global,” kata Wakil Ketua Komisi Max Moein saat membacakan catatan tahun 2005 Komisi XI DPR di gedung DPR, Jakarta hari ini. “Ini mencerminkan kegagalan pengawasan oleh Bank Indonesia”.

Berdasarkan catatan Komisi Keuangan dan Perbankan DPR, selama 2004, BI telah menutup dua bank, yakni Bank Asiatic dan Bank Dagang Bali. BI juga telah membekukan kegiatan usaha Bank Global, yang kemungkinan akan segera ditutup juga.

Selain itu, BI juga masih melakukan pengawasan khusus terhadap Bank Persyarikatan Indonesia. “Kasus bank Global kemungkinan akan diikuti bank lain,” kata Max.

Setelah penutupan bank, menurut dia, pemerintah tetap melakukan penjaminan yang berpotensi terjadinya penyelewengan dan mengancam keuangan negara. Karena itu, Komisi Perbankan dan Keuangan DPR meminta pemerintah meninjau kembali beban penjaminan perbankan ini. “Beban penjaminan perbankan sekarang ini ternyata tidak mendidik,” katanya.

Komisi ini juga mendesak pemerintah dan BI mempercepat penggabungan bank kecil, kurang sehat, atau bank yang kurang dalam merealisasikan Lembaga Penjaminan Simpanan. BI bisa membuat peraturan lebih ketat mengenai persyaratan modal dan likuiditas, seperti membatasi jumlah maksimum obligasi sub-ordinasi sebagai proporsi dari modal pelengkap.

Berkaitan dengan kejahatan perbankan, Komisi Keuangan dan Perbankan DPR juga menuntut BI, Departemen Keuangan, dan jajaran penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, pengadilan, dan Mahkamah Agung bekerja sungguh-sungguh memberantas kejahatan perbankan.

Max mengatakan, pelaku kejahatan perbankan di Indonesia banyak yang lolos dari jerat hukum dan kabur ke luar negeri, karena kegagalan jajaran penegak hokum. Kegagalan ini menjadikan Indonesia surga bagi penjahat perbankan dan menjadikannya sebagai bisnis yang sangat menggiurkan.

Anggota komisi Dradjad Wibowo menambahkan, BI perlu diberikan kewenangan menyidik dalam kejahatan perbankan. BI layak diberikan kewenangan mengingat lemahnya proses penyidikan dalam kejahatan perbankan yang telah terjadi. “Tapi harus diingat batas kewenangannya dan bagaimana tindak lanjutnya di pengadilan,” kata Drajad.

Dradjat juga meminta, BI transparan dalam melakukan fungsinya sebagai pengawas bank. BI seharusnya mengumumkan hasil pemeriksaan bank kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa menilai kondisi bank atau bankirnya sendiri.

Yandi MR - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Peliputan Sidang Paripurna Memorandum I DPR, Jakarta, 28 Maret 2001. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20010405]. Sidang Paripurna Memorandum I DPR, Jakarta, 28 Maret 2001. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20010405].
Sidang Paripurna Memorandum I DPR
Sidang Paripurna Memorandum I
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Diminta Pertimbangkan Kembali Kenaikan LPG
Presiden Minta Penegakkan Hukum Pasar Modal Ditingkatkan
BI Duga 12 Perusahaan Properti Adalah Milik Bos Bank Global
BI Akui Fit And Proper Bank Lemah
Kunjungan Kerja DPR Dibatalkan
Saksi : Tidak Ada Nama Adrian Dalam Akta Jual Beli Tanah
Ketua DPR Akan Ambil Sumpah Tiga Anggota Baru
Mantan Pimcab Bank Universal Divonis Lima Tahun
DPR Masih Pelajari Skandal Tank Scorpion
Perempuan Hizbut Thahrir Demo Keluhkan Tayangan Porno dan Kekerasan
> selengkapnya...


Referensi

Pembahasan Penonaktifan Akbar Tanjung di DPR
UU Nomor 4 tahun 1999 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR dan DPRD

Website

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Bank Indonesia
Sekretariat Jenderal DPR RI
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data