Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Pemerintah Hentikan Sementara Impor Kapal Ikan Eks Taiwan
Selasa, 04 Januari 2005 | 18:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Indonesia berencana menghentikan sementara impor kapal bekas dari Taiwan. Pemerintah juga akan mengurangi jumlah kapal bekas dari Taiwan, yang saat ini masih digunakan untuk menangkap ikan di sejumlah perairan Indonesia. Pasalnya sejumlah kapal bekas dari Taiwan tersebut memiliki surat keterangan penghapusan dari daftar kapal negara Taiwan (deletion certificate) palsu.

Kesimpulan tersebut diambil setelah pemerintah melalui Kedutaan Besar Repulik Indonesia (KBRI) melakukakan uji petik klarifikasi keabsahan deletion certificate kepada instansi yang berwenang di negara asal kapal (Taiwan). "Dari hasil uji petik tersebut, diperoleh kesimpulan ternyata maih terdapat deletion certificate palsu, dan ini patut mendapatkan perhatian kita bersama," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi saat memberikan pengarahan kepada pelaku usaha yang mengoperasikan kapal eks Taiwan hari ini, Selasa (4/1) di Jakarta.

Menurut Freddy Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 51 tahun 2002 pasal 24, kapal yang dibeli atau diperoleh dari luar negeri dan sudah terdaftar di negara asal dan beralih menjadi bendera Indonesia, harus dilengkapi dengan deletion certificate yang diterbitkan negara asal kapal tersebut.

Berdasarkan informasi dari Departeman Kelautan dan Perikanan, saat ini terdapat 523 kapal Taiwan yang tidak dilengkapi dengan sertifikat penghapusan identitas asal, yang asli. Kapal-kapal tersebut menangkap ikan di wilayah Indonesia dengan menggunakan bendera Indonesia, dan hasilnya diangkut ke Taiwan.

Hal itu mengakibatkan beberapa kerugian seperti, peluang berusaha pengusaha Indonesia berkurang, kelestarian sumberdaya ikan terancam, subsidi BBM dinikmati pihak yang tidak berhak, keperluan logistik kapal dibayar dengan harga lokal, pungutan perikanan dibayar dengan tarif lokal, devisa negara hilang/berkurang.

Freddy menambahkan, otoritas Taiwan tidak mengizinkan kapal perikanan untuk dieksport ke negara lain. Bila, izin untuk ekspor kapal diberikan pemerintah Taiwan, maka hak memperoleh izin penangkapan ikan bagi pemilik kapal akan dicabut sebanyak kapal yang dijual. "Oleh karena itu, impor kapal perikanan dari Taiwan adalah kurang tepat. Hal ini telah dibuktikan dengan kenyataan bahwa seluruh deletion certificate kapal eks Taiwan yang sudah diklarifikasi adalah palsu," jelas Freddy.

Menurut Freddy penggunaan kapal eks Taiwan dalam dunia usaha perikanan Indonesia telah menimbulkan banyak permasalahan yang pelik. Pasalnya, penyelesaian kerjasama bilateral tidak dimungkinkan karena kebijakan "satu Cina" yang diterapkan Indonesia.

Erwin Dariyanto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Perahu nelayan di laut daerah Mauk, Tangerang, 27 April 2001. [TEMPO/ Hendra Suhara; K1A/301/2001; 20010523]. Kapal pengeruk pasir laut di perairan Kepulauan Riau, September 2001. [TEMPO/ Hariyanto; K8A/175/2002; 20020702].
Perahu Nelayan
Kapal Keruk
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 2004 Lima Persen
Pemerintah Terapkan Harmonisasi Tarif Sejumlah Barang Impor
Menteri Keuangan : Tak Ada PP Khusus Penyelundupan
Menteri Kelautan dan Perikanan mencanangkan Pemberdayaan dan Pelayaran Terpadu Masyarakat Pesisir
Relokasi Nelayan 2005 Butuh Dana Rp 40 Miliar
Bea Cukai Sita Dua Kontainer Berisi Senjata
Pengusaha Minta Larangan Pelabelan Berbahasa Asing
Mataram Jadi Pusat Mutiara Internasional
Tangerang Minta Izin Bangun Pelabuhan Ikan Modern
Produksi Perikanan 2009 Ditargetkan 10 Juta Ton
> selengkapnya...


Referensi

Kepres RI No. 59 Thn.2003 Tentang Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Negara Di Lingkungan Lembaga Tertinggi / tinggi Negara

Website

Departemen Keuangan
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Badai Gustav Menewaskan 22 Orang di Karibia
Moya dan Na Li Susah Payah ke Putaran Kedua
Digerebek, Lapak Judi Beromset Puluhan Juta Rupiah
Kombinasi Desain dan Fitur Mutakhir dari Canon
Bill Clinton Dukung Obama  

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data