Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Pemerintah Tidak Akan Minta Moratorium Utang Luar Negeri
Sabtu, 01 Januari 2005 | 04:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Keuangan Jusuf Anwar mengungkapkan, pemerintah tidak akan meminta moratorium atau penghapusan utang luar negeri.

“Pemerintah tidak akan minta moratorium, tapi kalau ada negara yang mau memberi (penghapusan) akan kami sambut dengan baik,” kata Jusuf di Gedung Departemen Keuangan kepada Tempo.

Menurut Jusuf, pemerintah sudah mengetahui adanya tawaran penundaan pembayaran utang luar negeri dari pemerintah Jerman. Tetapi pemerintah sampai saat ini belum menerima proposal resmi. Karena itu, pemerintah belum bisa memberikan tanggapan soal tawaran dari pemerintah Jerman tersebut.

Pemerintah akan menunggu datangnya proposal resmi dari pemerintah Jerman terkait dengan usulan penghapusan utang luar negeri Indonesia itu. “Pemerintah kan baru dengan saja suara-suara dari Jerman itu. Saya belum follow up, karena belum jelas maunya bagaimana,” ujarnya.

Jusuf mengaku, sampai saat ini pemerintah belum mendengar adanya rencana moratorium atau penghapusan utang luar negeri dari negara lain selain Jerman. “Belum, belum ada. Kan Jerman saja belum jelas,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kanselir Jerman Gerhard Schroeder mengatakan Paris Club yang beranggotakan 19 negara kreditur harus mempertimbangkan kemungkinan penundaan pembayaran utang atau penghapusan utang kepada Indonesia dan Somalia.

Hal itu, menurut Kanselir, perlu dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada Indonesia memulihkan diri dari dampak bencana di Aceh. “Jerman akan mengusulkan moratorium utang dalam pertemuan Paris Club pada Januari mendatang,” katanya.

Amal Ihsan - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Menteri Keuangan Boediono dalam rapat dengar pendapat umum dengan anggota Komisi IX DPR membahas masalah penutupan Bank Dagang Bali (BDB) dan Asiatic di Gedung MPR/ DPR, Jakarta,  27 April 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040416] Menteri Keuangan Boediono dalam rapat dengar pendapat umum dengan anggota Komisi IX DPR membahas masalah penutupan Bank Dagang Bali (BDB) dan Asiatic di Gedung MPR/ DPR, Jakarta,  27 April 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040416]
Boediono
Boediono

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah akan Tindaklanjuti Usulan Penundaan Pembayaran Utang
“Presiden Harus Buktikan Janji Bisa Tangani Utang”
Menteri Keuangan : Tak Ada PP Khusus Penyelundupan
Granat Berkarat Tergeletak di Taman Hotel Hilton
Jusuf Kalla Ubah Peta Politik
ANZ Akan Beli Utang Luar Negeri US$ 75 Juta
MK Tolak Uji Material PUU Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan
ADB Bantu Utang Indonesia US $ 1,2 miliar
ADB Tawarkan Utang US$ 600 Juta - US$ 1,2 Miliar
Pemerintah Akan Utang Sekitar US$ 1,2 Miliar Dari CGI
> selengkapnya...


Referensi

Perjalanan BPPN dari Waktu ke Waktu
Status Pengutang BPPN
Profil Iwan Prawiranata
Profil Glen Yusuf
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 16 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Tim Pemberesan Badan Penyehatan Perbankan Nasional
Keppres RI No. 3 Tahun 2004 Tentang Sistem Kepegawaian Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
> selengkapnya...

Website

Departemen Keuangan
Bank Indonesia
Moody's Investors Service
Standard & Poor's
Departemen Keuangan
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data