|
Ekbis
BUMN Diminta Inventarisir Kerugian
Kamis, 30 Desember 2004 | 18:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara mengintruksikan kepada seluruh perusahaan-perusahaan BUMN yang memiliki aset di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara untuk menginventarisasi kerugian akibat bencana alam yang terjadi Minggu (26/12) lalu.
Deputi Bidang Privatisasi dan Restrukturisasi Mahmudin Yasyin mengatakan, instruksi tersebut dituangkan dalam surat edaran Menteri BUMN No. 001 tertanggal 29 Desember 2004.
Sejauh ini, menurutnya, sudah ada beberapa perusahaan BUMN yang melaporkan kerugian akibat bencana gempa dan gelombang tsunami. Laporan yang sudah masuk menurutnya, dari PT Pertamina dan PT PLN.
Untuk Pertamina, menurutnya, kerugian yang diderita kurang lebih sekitar Rp 300 miliar. Sedangkan kerugian PT PLN di kota Meulaboh Rp 100 miliar, sedangkan di Sigli, Rp 28 miliar. "Untuk di Sabang, dan Pulau Nias masih dilakukan investarisasi," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/12). Disamping itu berdasarkan laporan menurutnya, sebanyak 163 karyawan PT PLN sampai saat ini belum diketemukan atau hilang.
Ia menyebutkan, karena belum memungkinan maka belum semua perusahaan-perusahaan tersebut menginventarisasi akibat bencana di Aceh dan Sumut. "Tetapi mudah-mudahan kerusakan tidak begitu parah," katanya.
Erwin Daryanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/342/93; 20010215 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010225-134](/hg/photostock/2004/12/17/s_Tsunami2_high_thumb.jpg) |
![Kantor PT Petrokimia Gresik di Jakarta, 7 Juli 2004. [TEMPO/ Dwi Djoko Sulistyo; K21A/474/2004; 20040728].](/hg/photostock/2004/12/02/s_K21A47405_high_thumb.jpg) |
| Maumere Setelah Badai Tsunami
|
|
| Kantor PT Petrokimia Gresik
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|