Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Harga Minyak Kembali Turun
Minggu, 26 Desember 2004 | 11:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga minyak dunia kembali turun akhir pekan lalu, menjelang libur Natal. Harga minyak Laut Utara Brent London untuk kontrak pengiriman Februari 2005 pada penutupan perdagangan Jumat (24/12) turun US$ 61 sen menjadi US$ 40,10 per barel.

Bursa berjangka London baru akan dibuka kembali Rabu (29/12). Senin dan Selasa masih merupakan hari libur nasional masyarakat Inggris.

Sementara itu, harga minyak mentah ringan (light sweet crude) untuk kontrak pengiriman Februari 2005 di bursa berjangka komoditas New York atau New York Mercantile Exhange pada penutupan perdagangan Kamis (23/12) turun US$ 6 sen menjadi US$ 44,18 per barel. Bursa berjangka New York tutup mulai Jumat sampai Senin dan baru dibuka kembali Selasa.

Harga minyak di pasar London turun karena persediaan minyak di Amerika Serikat pada musim dingin ini diperkirakan meningkat. Namun, pasar juga mengkhawatirkan akan terganggunya pasokan dari Irak dan Nigeria, sehingga para analis memperkirakan, ini akan mempengaruhi harga minyak pekan depan.

Cuaca dan iklim juga akan mempengaruhi harga minyak tersebut. “Jika cuaca tidak terlalu buruk dan pasokan dari Timur Tengah tidak terganggu, pasar ada kemungkinan akan membaik,” kata Christopher Bellew dari Bache Financial.

Namun, menurut dia, jika cuaca makin buruk (sangat dingin) dan pasokan dari Nigeria dan Irak terganggu, harga minyak ada kemungkinan akan melambung lagi.

Awal pekan lalu, jalur pipa penyulingan minyak Irak di Baiji, disabotase. Pekan lalu, lima jalur pipa minyak di Irak menjadi sasaran target serangan teroris, setelah pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden dalam situsnya menyerukan ke para pendukungnya untuk menyerang fasilitas-fasilitas kilang minyak di Irak dan negara-negara teluk lainnya.

Sementara itu, Nigeria----produser minyak Afrika terbesar---- telah mengumumkan bahwa target ekspor sebanyak 134 ribu barel per hari ada kemungkinan tidak akan tercapai, karena perusahaan minyak raksasa Shell dan ChevronTexaco merevisi target ekspor.

Juru bicara Shell telah memberikan peringatan kepada para kliennya bahwa perusahaan menghadapi hal-hal yang tidak dapat terhindarkan dari terminal Bonny, sehingga ada kemungkinan target ekspor tidak akan tercapai.

AFP/Grace - Tempo



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Kecam Kenaikan Harga
Warga Keluhkan Kenaikan Harga Elpiji
OPEC Sepakat Kurangi Produksi Mulai 1 Januari 2005
Harga Minyak Mentah Dunia Turun Tipis
Libya Usulkan Penurunan Produksi Minyak
Pemerintah Terus Kaji Kenaikan BBM
Subsidi BBM Sampai November Rp 46 Triliun
Indonesia Hadapi Empat Tantangan Dalam Pembangunan Sektor Energi
Harga Minyak di Pasar Asia Merangkak Naik
Harga Minyak di Asia Terus Turun
> selengkapnya...


Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data