|
Ekonomi
Ilegal Ekonomi Capai Lebih Rp 444 Triliun
Jum'at, 24 Desember 2004 | 16:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan Menteri Tenaga Kerja Bomer Pasaribu mengungkapkan, Indonesia mengalami kebocoran anggaran hingga Rp 444 triliun akibat terjadinya ilegal ekonomi di hampir semua sektor.
Ilegal ekonomi itu termasuk kasus-kasus penyelundupan, baik keluar maupun ke dalam negeri, pembajakan, korupsi, maupun kolusi. Dana negara juga hilang dari kegiatan pelacuran atau narkotik.
Juga hilangnya dana negara dari kebocoran di bidang perpajakan dan bea cukai. Tanpa menyebutkan seberapa besar jumlahnya, Bomer mengatakan, disektor ini kebocoran itu terjadi sangat signifikan.
“Kebocoran ini menjadi permasalahan besar. Bahkan melebihi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jumlah APBN 2005 sebesar Rp 377 triliun,” kata Bomer kepada Tempo di Jakarta.
Menurut Bomer, bila ilegal ekonomi bisa diberantas maka akan sangat membantu pemasukan keuangan negara. Apalagi, sebanyak Rp 123 triliun dari jumlah APBN digunakan untuk membayar utang luar negeri Indonesia.
Walaupun sulit memberantas ilegal ekonomi, kata Bomer, Indonesia tetap harus mulai sekarang. “Memang susah, tetapi kita harus memulai. Kalau ini dimasukan ke dalam sistem akan sangat membantu (pemasukan) negara,” katanya. “Pelaku harus ditindak keras. Kalau tidak ada permainan oknum penyelundupan itu tidak akan terjadi.”
Dia mengatakan, pemerintahan baru saat ini belum bertindak konkrit. Yang baru dilaksanakan adalah mengeluarkan pernyataan untuk memberantas tindakan tadi. “Baru statement dan antara statement dengan realitas masih berbeda,” katanya.
Muhamad Nafi - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|