Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Pemerintah Akan Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur
Kamis, 23 Desember 2004 | 21:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie menegaskan, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan proyek infrastruktur, yakni pembangunan jalan, jembatan, pembangkit listrik, pelabuhan udara, dan pelabuhan laut.

Kelima prioritas itu terbagi lagi dalam dua kategori, yaitu kategori siap dan tidak siap. “Pemerintah sudah merampungkan penyusuan rencana pembangunan proyek-proyek ini,” kata Aburizal di Kantor Wakil Presiden, Jakarta hari ini.

Menurut Aburizal, pemerintah telah menyusun daftar identifikasi berbagai proyek yang menjadi prioritas, termasuk skema pembiayaannya. “Sudah ada semua itu. Sudah sangat spesifik sekali,” katanya.

Tapi dia mengaku tidak bisa merinci satu-persatu proyek tersebut, karena tidak hafal. “Nanti pada waktunya akan pemerintah umumkan, proyek-proyek apa yang ditawarkan kepada swasta di dalam negeri dan luar negeri,” kata Aburizal.

Namun, Aburizal mengakui, salah satu proyek infrastuktur yang menjadi prioritas adalah pembangunan jalur ganda (double track) kereta api jalur Cirebon-Kroya. Pendanaannya melalui bantuan pemerintah Cina.

Dia menambahkan, sebagian besar prioritas dari proyek-proyek tersebut berada di Pulau Jawa. Proyek-proyek ini memiliki nilai komersial bagi para investor dan dapat dibiayai perbankan atau lembaga keuangan dalam negeri. Sedangkan proyek-proyek di luar Pulau Jawa, kurang memiliki nilai komersial, sehingga pemerintah akan mendanainya melalui pinjaman luar negeri.

Seperti diketahui, pemerintah memiliki program percepatan pembangunan infrastruktur dalam lima tahun ke depan. Pembangunan infrastruktur itu membutuhkan dana Rp 750 triliun sampai Rp 1.000 triliun. Tujuannya, untuk meningkatkan iklim investasi dan memacu pertumbuhan ekonomi. Sebagian besar pembiayaannya bersumber dari dalam negeri. Sisanya, melalui pinjaman luar negeri yang masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Tahap awal, tersedia dana sebesar Rp 200 triliun dari perbankan dalam negeri. Sedangkan pembangunan proyek yang tidak komersial dan berada di daerah terpencil, akan dibiayai oleh pemerintah.

Yura Syahrul - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Himbau Australia Tidak Keluarkan Travel Warning
Menko Pereknomian Khawatirkan Pencabutan UU Ketenagalistrikan
Aburizal: Pendanaan Infrastruktur dari Dalam Negeri
Pemerintah Belum Tentukan Pengganti Laksamana Sukardi
Pemerintah Naikkan BBM Setelah Panen Raya
Menteri Jangan Lindungi Konglomerat Hitam
Jajaran Menteri Rapat Memutuskan Darurat Sipil di Aceh
Aburizal Siap Kerja Keras Pulihkan Perekonomian


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data