Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

ANZ Akan Beli Utang Luar Negeri US$ 75 Juta
Senin, 20 Desember 2004 | 14:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: ANZ Invesment Bank akan ditunjuk menjadi pihak ketiga yang membeli utang luar negeri Indonesia ke Inggris sebesar US$ 75 juta. “Nantinya kami akan membayar bukan lagi ke Inggris tapi ke ANZ,” ujar Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Jannes Hutagalung di Gedung Departemen Keuangan Jakarta, Senin (20/12).

Pembayaran tersebut, menurut Jannes, akan dicicil dalam bentuk rupiah, sehingga meringankan beban pembayaran utang luar negeri Indonesia. Selain itu, utang tersebut juga akan diberi diskon. “Jumlah yang didiskon itu nantinya akan dibelanjakan untuk pengadaan 1.000 unit bus Damri," katanya. “Tetapi jumlah diskonnya masih dalam tahap pembahasan”.

Mekanisme pertukaran utang (debt swap) dengan Inggris, kata Jannes, merupakan bagian dari kesepakatan yang dicapai dalam forum Paris Club II dam III. Dalam forum tersebut disepakati mekanisme debt swap untuk pinjaman Official Development Assistance (ODA) dapat dilakukan terhadap seluruh utang atau 100 persen. Adapun untuk pinjaman yang bukan ODA hanya dapat dilakukan sebesar 30 persen dari utang.

“Walaupun demikian mekanisme pertukaran utang ini memerlukan kesepakatan bilateral lanjutan dengan negara yang bersangkutan,” kata Jannes. Indonesia kini rajin melobi beberapa negara seperti Jerman, Inggris, Perancis, Jepang, dan negara lainnya agar bersedia melakukan pertukaran utang.

Sampai saat ini, hanya Jerman yang sudah melakukan mekanisme penukaran utang dengan Indonesia. Adapun beberapa negara lain masih dalam tahap pembahasan. “Belum ada realisasinya,” kata Jannes. Yang jelas, Prancis sudah menandatangani kesepakatan bersedia melakukan opsi itu terhadap piutangnya sebesar US$ 50 juta.

Adapun Jepang, Amerika Serikat, dan Belanda, sampai saat ini belum bersedia melakukan mekanisme debt swap. Ini dikarenakan adanya permasalahan dalam ketentuan dalam negeri negara yang bersangkutan. “Seperti Jepang memiliki masalah menyangkut undang-undang dalam negerinya dan tidak memperkenankan debt swap terhadap utang luar negeri yang sudah dikucurkan,” katanya.

Amal Ihsan-Tempo News Room


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

ADB Bantu Utang Indonesia US $ 1,2 miliar
ADB Tawarkan Utang US$ 600 Juta - US$ 1,2 Miliar
Pemerintah Akan Utang Sekitar US$ 1,2 Miliar Dari CGI
Indonesia Minta Utang CGI Lebih Kecil
Warga Koto Panjang Tuntut Pemerintah Perhatikan Nasib Mereka
Pemerintah dan Bank Dunia Negosiasi Soal Pinjaman
Bappenas Tingkatkan Daya Serap Utang Luar Negeri
Pemerintah Jerman Hapuskan Utang Indonesia
Penghapusan Biaya Komitmen Pinjaman Diputuskan Desember
Boediono Terpilih Sebagai Wakil ASEAN di IMF
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Badan Restrukturisasi Utang Luar Negeri Perusahaan Indonesia ( Indonesian Debt Restructuring Agency )

Website

Moody's Investors Service
Standard & Poor's
International Monetary Fund
Asian Development Bank


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data