Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Indonesia Usulkan Penurunan Tarif Tekstil dan Sepatu ke Jepang
Jum'at, 17 Desember 2004 | 16:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Indonesia mengusulkan penurunan tarif (bea masuk) untuk tekstil dan sepatu ke Jepang.

Pemerintah akan membawa usulan ini ke forum pertemuan informal antara Jepang dengan Indonesia untuk membahas persiapan memasuki kawasan perdagangan bebas antara kedua negara.

Dirjen Kerja Sama Industri Perdagangan dan Internasional Departemen Perdagangan Pos M. Hutabarat mengatakan, dalam forum informal ini akan dibahas aspek-aspek apa yang akan dibawa dalam pembahasan kawasan perdagangan bebas Indonesia-Jepang.

Indonesia akan mengusulkan penurunan tarif bea masuk produk-produk atau sektor-sektor prioritas tertentu. “Yang prioritas buat Indonesia adalah tarif bea masuk tekstil yang masih tinggi ke Jepang.Begitu juga sepatu,” kata Pos.

Bea masuk tekstil Indonesia ke Jepang saat ini berkisar 5-25 persen. Sedangkan bea masuk sepatu 10-30 persen. Dia berharap, jika hal ini disetujui dalam pembahasan, maka tarif kedua produk tersebut akan menjadi nol persen sebagaimana lazimnya bea masuk dalam konteks kawasan perdagangan bebas.

Sebaliknya, Jepang saat ini tengah melakukan studi penurunan tarif bea masuk otomotif ke Indonesia. “Kalau ini juga disepakati, maka tarif bea masuk otomotif akan menjadi nol persen,” katanya.

Menurut Pos, ketika tarif menjadi nol persen ada kemungkinan investasi ke Indonesia menjadi berkurang, karena Jepang lebih memilih memproduksi ke dalam negeri. “Kalau misalnya tarif bea otomitif masuk sudah nol, apa mungkin Jepang mau investasi lagi. Kan lebih baik produksi di negaranya, baru dikirim ke sini, karena sudah free,” ujar Pos.

Selain masalah usulan-usulan penurunan tarif, dalam pertemuan informal ini juga akan dibahas dampak dari persetujuan kawasan perdagangan bebas Indonesia-Jepang.

“Seandainya tarif nol persen itu disetujui, industri sepatu dan tekstil Jepang tidak bisa bersaing. Masalah-masalah ini yang akan dibahas dalam pertemuan ini, akan dilihat dampaknya. Maka diperlukanlah studi sebelum kawasan perdagangan bebas itu diberlakukan,” katanya.

Pertemuan informal Indonesia dan Jepang ini akan dimulai Senin (20/12) besok. Dari Indonesia akan diwakili Departemen Luar Negeri, Departemen Perindustrian, Departemen Perdagangan, Departemen Keuangan, dan Departemen Pertanian. Demikian juga delegasi dari Jepang.

Kedua negara berhadap studi pembahasan kawasan perdagangan bebas itu akan selesai dalam waktu 3-6 bulan. Sebagai perbandingan, di Singapura studi ini berlangsung selama setahun, di Filipina 6-9 bulan, dan Malaysia selama 6-9 bulan melakukan studi dengan Jepang untuk tujuan yang sama.

Muhamad Nafi - Tempo



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menteri Perdagangan Tolak Penundaan SK Tata Niaga Gula
Pemerintah akan Impor 500 Ribu Ton Gula
Cara Menteri Mari Melawan Penyelundup
Pemerintah Pertahankan Kebijakan Tata Niaga
Penduduk Zona Perdagangan Bebas Kena Pajak
11 Sektor Masuk Perdagangan Bebas Mulai 2005
Menteri Perdagangan Prioritaskan Penurunan Biaya Ekonomi
Asing Anggap Iklim Investasi Indonesia Sudah Membaik
Pemerintah Belum Akan Sahkan RUU Batam Dalam 100 Hari
Indonesia Akan Minta Tarif Khusus Tekstil
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data