Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Matahari Proyeksikan 2005 Tumbuh 30 Persen
Jum'at, 17 Desember 2004 | 14:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Matahari Putra Prima Tbk memproyeksikan pertumbuhan penjualan tahun 2005 mencapai lebih dari 30 persen. Pertumbuhan penjualan didukung upaya ekspansi perseroan, yakni dengan akan membuka 10 hypermarket, 11 departement store dan 10 outlet Time Zone. Dana yang dibutuhkan untuk ekspansi sebesar Rp 400-500 miliar. Perseroan akan mengambil belanja modal dari arus kas internal perseroan.

Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2005
sebesar 5,5 persen, "Proyeksi pertumbuhan penjualan
Group matahari sekitarlebih dari 30 pesen,\" ujar Danny
Konjongian, Direktur Matahari Putra Prima dalam
paparan publik di Hotel Aryadutha, Jumat (1712).

Sampai dengan September 2004, total penjualan yang
berhasil dicapai sebesar Rp 3,698 trilliun atau tumbuh
11,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2003
senilai Rp 3,313 trilliun. Adapun perseroan
memproyeksikan nilai penjualan sampai dengan akhir
tahun 2004 sebesar Rp 5,6 triliun atau tumbuh 32,1
persen dibanding tahun 2003.

Dari komposisi penjualan, sebagian besar beraasal dari
hasil perolehan departmen store sebesar 66 persen,
multi format supermarket (Hypermarket, cut price shop,
toko roti, dan lainnya) sebanyak 27 persen serta
berasal dari Time Zone sebesar 7 persen.
Sampai saat Matahari Putra Prima memiliki 79 outlet
departmen store, 50 supermarket, 4 outlet hypermart
dan ditunjang 100 outlet TomeZone yang tersebar di 50
kota di seluruh Indonesia.

Sejak tahun 2004, perseroan meningkatkan efisiensi
biaya produksi barang impor yang berasal dari Cina
dengan membuka kantor pengadaan barang di Shanghai.
Untuk tahun 2005, perseroan akan melanjutkan upaya
efisiensi ini. "Mengharapkan agen penjualan di dalam
negeri menyebabkan biaya ongkos distribusi yang lebih
besar,"ujar Danny.

Saat ini, kepemilikan mayoritas Matahari dimiliki oleh
PT Multipolar Tbk sebesar 51 persen dan sisanya
masyarakat. Multipolar menambah sahamnya sejak Oktober
2004. Sebelum bulan Oktober, kepemilikan Multipolar
sebesar 49 persen.

Saat ini pangsa pasar Matahari sebesar 20-25 persen.
Untuk kategori multi format supermarket,
Matahari berada di nomor 6, dengan posisi pertama di
duduki oleh Carrefour. "Merebut posisi nomor pertama
untuk kategori multi format, membutuhkan
waktu hingga 10 tahun. Untuk 5-8 tahun mendatang kami
menargetkan berada di nomor 2, sedangkan sampai dengan
tahun 2010, kami prediksikan berada di nomor 1,"kata Danny.

Yuliawati


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden SBY : Parsel Diberikan Dari Yang Mampu Kepada Yang Tidak Mampu
Deperindag Mengaku Kesulitan Membendung Retail Asing
Tahun Ini Bisnis Ritel Diperkirakan Tumbuh 10%
Industri Otomotif Butuh Rp 70 triliun Untuk Retail Leasing
Indomaret Hanya Jual Rokok Bagi Pembeli di Atas 18 Tahun
Telkomsel Buka Gerai Baru
Regulasi Tentang Ritel Perlu Segera Dibuat
Ritel Asing Sulit Dibendung
Bank Lippo Terpilih Sebagai Bank Ritel Terbaik versi The Asian Banker
Alfa Meraih Laba Bersih Rp 30,583 miliar
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No. 15 Tahun 2001 Tentang Merek

Website

PD Pasar Jaya


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data