Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Pemerintah Akan Turunkan Tarif Telepon Pedesaan 50 Persen
Rabu, 15 Desember 2004 | 17:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan menurunkan tarif telepon pedesaan sekitar 50 persen mulai tahun depan.

Pemerintah selama dua tahun terakhir menetapkan tarif khusus telepon pedesaan yang menggunakan teknologi satelit.

Saat ini rata-rata tarif telepon pedesaan antaroperator dikenakan biaya Rp 1.656 per menit. Sedangkan biaya percakapan dari telepon pedesaan ke telepon rumah (di luar operator telepon pedesaan atau interlokal) sebesar Rp 2.457 per menit dan biaya percapakan dari telepon pedesaan ke telepon seluler dipatok Rp 3.960 per menit.

Rencana tersebut saat ini masih dalam proses penetapan Keputusan Menteri Perhubungan dan
rancangan keputusan tentang penurunan tarif telepon pedesaan itu sudah memasuki tahap akhir. Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi saat ini sedang mendiskusikannya dengan Departemen Keuangan.

Direktur Telekomunikasi dan Informatika Departemen Perhubungan Susilo Hartono mengatakan, pemerintah menyadari sistem tarif telepon pedesaan masih tinggi.

?Pemerintah mencoba akan menurunkan atau membuataturan pentarifan khusus. Yang tadinya 2 X nanti bisa 1 X,? kata Susilo.

Ketika didesak apakah itu berarti pemerintah akan menurunkan tarif telepon pedesaan sebesar 50 persen, Susilo mengatakan, ?Ya, kira-kira segitu.?

Menurut Susilo, pemerintah sedang menghitung besarnya penurunan tarif yang akan diberlakukan. Perumusan itu dilakukan tim yang berada di bawah Ditjen Postel Departemen Perhubungan.

Pemerintah, kata dia, akan melakukan penurunan tarif itu melalui pemberian subsidi. Pemerintah akan menanggung biaya pemeliharaan dan edukasi ke masyarakat.

Selama dua tahun terakhir, pemerintah mengandalkan kucuran dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk pengadaan telepon pedesaan.

Pada awal pembangunan program kewajiban pelayanan universal pada 2003, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 45 miliar. Dana ini untuk pemasangan telepon satelit sebanyak 1.049 sambungan telepon satelit (35 persen) di Sumatera, Kalimantan 542 sambungan (18 persen), dan Kawasan Timur Indonesia, termasuk Papua Barat, 1.384 sambungan (47 persen).

Sebaliknya, pemerintah juga akan meningkatkan kontribusi yang haris dibayarkan operator telepon pedesaan ke pemerintah. Menurut Susilo, saat ini operator wajib memberikan kontribusi sebesar 0,75 persen dari laba perusahaan ke pemerintah. ?Kewajiban pembayaran kontribusi ini yang akan ditingkatkan supaya beban tarif di masyarakat akan turun,? katanya.

Seperti diketahui, pembangunan jaringan telepon pedesaan merupakan program kewajiban pelayanan universal atau universal service obligation (USO).

Pemerintah telah menunjuk empat operator untuk melaksanakan pembangunan jaringan telepon pedesaan, yakni PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), PT Citra Sari Makmur (CSM), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom), dan PT Mandara Selular Indonesia.

Tahun ini pemerintah mentargetkan pembangunan 2.600 satuan sambungan telepon pedesaan. Teknologi yang digunakan tahun ini adalah telepon tetap berbasis satelit dan very small apperture terminal (VSAT).

Pemerintah tahun ini mentargetkan pembangunan jaringan telepon pedesaan di 2.400 desa yang mencakup Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua.

Teknologi telepon rumah berbasis satelit merupakah perangkat telekomunikasi yang sangat efisien untuk daerah-daerah terpencil.

Piranti telekomunikasi dalam program ini juga bisa difungsikan seperti warung telekemunikasi (wartel), sehingga operator menyiapkan paket yang terdiri dari perangkat komunikasi lengkap, pulsa prabayar, kartu SIM, perangkat penghitung data percakapan telepon, dan perangkat proteksi listrik karena telepon satelit membutuhkan tegangan listrik yang stabil.

Agriceli - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Damri Akan Terus Tambah Jumlah Armada
Pemerintah Serahkan Keputusan Naikkan Tarif Telepon ke Operator
Antisipasi Arus Balik, Damri Siapkan Delapan Bus
Menteri Perhubungan: Arus Mudik Tahun Ini Lebih Baik
Pemudik Abaikan Peraturan Lampu Siang Hari
Malam Ini Jumlah Pemudik Mencapai Puncak
Gerbong KA Kertajaya Produksi INKA Madiun
Menteri Baru Tahu Kalau WC Kereta Dijejali Pemudik
Menteri Ancam Cabut Trayek Bus yang Nakal
Awak Bus Naikkan Tarif Seenaknya
> selengkapnya...


Website

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi
Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD)
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni)
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data