Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Pertamina Akan Kenakan Sanksi Direksi PSI
Rabu, 15 Desember 2004 | 16:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama PT Pertamina (persero) Widya Purnama menegaskan, perusahaan akan memberikan sanksi terhadap direksi PT Pertamina Saving & Investment (PSI) yang membeli obligasi PT Bank Global Internasional Tbk. (Bank Global).

Akibat, dibekukannya kegiatan usaha Bank Global, kini anak perusahaan Pertamina itu rugi sekitar Rp 100 miliar.

“Pasti ada sanksi bagi para direksinya. Yang lama kan sudah saya pecat,” kata Widya, usai bertemu dengan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Jepang Shoichi Nakagawa di Departemen Pertambangan dan Energi, Jakarta.

Pertamina sebelumnya juga pernah kebobolan lebih dari Rp 200 miliar, di salah satu anak perusahaannya, PSI. Pertamina saat itu menduga kuat adanya indikasi penyimpangan penggunaan dana yang ditanamkan dalam negotiable certificate deposit (NCD) di Bank Swansarindo (sekarang Bank Persyarikatan Indonesia). Pertamina langsung bertindak cepat dengan mengganti Direktur Utama PSI.

Berkaitan dengan uang milik Pertamina yang berada di Bank Global, Widya mengatakan, akan berusaha meminta kembali dengan bantuan Bank Indonesia. “Ya Pertamina akan berusaha dulu, nanti minta bantuan BI. Selama ini perusahaan sudah berusaha menarik kembali uang itu, tapi tidak berhasil,” katanya.

PSI adalah anak perusahaan Pertamina yang bergerak di bidang manajemen jasa portofolio dan investasi. Perusahaan ini sebagian besar sahamnya dimiliki Pertamina. PSI membeli obligasi sub-ordinasi dari Bank Global dengan nilai Rp 100 miliar. Namun, seiring dengan dibekukannya Bank Global, uang milik Pertamina itu terancam hilang.

Pemilik obliogasi sub-ordinasi (subdebt) yang diterbitkan Bank Global pada 2003 hampir dipastikan akan mengalami kerugian, karena pemerintah tidak menjamin dana obligasi dan Bank Global sendiri tidak menyisihkan sebagian laba secara berkala.

Direktur Utama PT Bursa Efek Surabaya (BES) Hindarmojo Hinuri mengatakan, perlindungan terhadap obligasi tidak ada, karena memang ini sub-debt. “Jadi, hampir dipastikan obligasi ini akan jadi kertas toilet,” kata Hindarmojo pada kesempatan terpisah.

Bank Global menerbitkan obligasi sub-ordinasi sebesar Rp 400 miliar yang dicatatkan di BES pada 11 Juni 2003. Obligasi ini ditawarkan pada nilai nominal dan jatuh tempo pada 6 Juni 2013. Obligasi itu memperoleh rating A- (single A minus) dari PT Kasnic Credit Rating Indonesia.

Sementara itu, Menteri Pertambangan dan Energi Purnomo Yusgiantoro mengaku, belum mendengar adanya dana Pertamina di Bank Global.

“Saya belum dengar dana Pertamina di Bank Global. Tanya ke Pertamina. Pemerintah hanya sebagai regulator,” kata Purnomo.

Muhamad Fasabeni - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pengamat perminyakan DR. Kurtubi di kantor Koran TEMPO, Jakarta, 25 Mei 2004. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20040525] Gedung kantor pusat PT Pertamina di Jl. Merdeka Timur Jakarta, 14 Maret 2004. [TEMPO/ Purwanta BS; K20A/360/2004; 20040314].
Kurtubi
Gedung Pertamina Pusat
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

DPRD Bekasi Datangi Kantor Pertamina
Pemerintah Tidak Akan Bayar Klaim KBC
Pertamina Diminta Seimbangkan Bisnis Hulu dan Hilir
“Negosiasi Exxon Harus Dilakukan pada Level Sama”
Minyak Tanah Hilang di Pandeglang
Pergantian Komisaris Pertamina Belum Dibahas
Pertamina akan Lanjutkan Negosiasi dengan ExxonMobil
Harga Elpiji Diproyeksikan Rp 4.000 Per Kilo
Harga Elpiji Akan Naik
Surat Peringatan Kedua untuk Dirut Pertamina Bakal Menyusul
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri
UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Migas

Website

PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data