Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Astra Internasional Meraih EVA Terbaik
Rabu, 15 Desember 2004 | 03:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Astra Internasional Tbk. meraih penghargaan The Value Creator Award 2004 sebagai perusahaan publik terbaik berdasarkan hasil penelitian laporan keuangan. Penghargaan diberikan oleh majalah Swa bekerja sama dengan Mark Plus & Co serta Magister Akuntansi Universitas Indonesia.

Penentuan perusahaan terbaik ini menggunakan metode economic value edied (EVA), sebuah metode yang pertama kali dipopulerkan oleh Vtern Steward & Co. Penilaian ini dilakukan terhadap seratus perusahaan. Dari seratus perusahaan sebanyak 31 perusahaan memiliki EVA positip. Dari jumlah 31 itu, terdapat 15 perusahaan dengan aset di atas satu triliun dan 16 perusahaan di bawah kategori aset satu triliun rupiah.

Budi Setiadharma, Direktur Utama Astra Internasional, mengatakan bahwa perusahaannya tidak menggunakan EVA secara langsung, tapi menggunakan metode KPI (Key Perform Indicator) yang menghasilkan EVA positip.

Berdasarkan hasil penilaian, Astra memperoleh nilai EVA Rp 3 triliun. Sedangkan pada tahun sebelumnya memiliki nilai Rp 255, 24 miliar. Selain Astra, Telkom berada diposisi kedua dengan nilai EVA Rp 1,77 miliar, sebelumnya Telkom pada tahun 2003 meraih penghargaan EVA terbaik sebesar Rp 3,3 triliun.

Selain kedua persusahaan besar tersebut, perusahaan lainnya yang memperoleh EVA positip yaitu Unilever dengan nilai EVA sebesar Rp 909 miliar, HM Sampoerna dengan nilai EVA Rp 531,6 miliar, Indosiar Visual Mandiri dengan nilai EVA Rp 263,2 miliar.

Selain itu beberapa perusahaan yang juga termasuk dalam kategori sepuluh besar adalah Kalbe Farma, Sari Husada, Tempo Scan Pacific, Enseval Putra Megatreading dan Lippo Karawaci.

Adapun sepuluh perusahaan yang memiliki kategori aset dibawah 1 triliun dengan EVA positip yaitu Dankos, Multi bintang, Merk, Fastfood Indonesia dan Mandong Indonesia. Selain itu Bakrie Sumatera Plantation, Pelayaran Tempuran Missisipi, Aqua Golden Company, Sepatu Bata dan Limas Stokhomindo.

Yuliawati-Tempo News Room

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Presiden Megawati Soekarnoputri (kiri) bersama Martha Toni, ibunda dari Nirmala Bonat, seorang tenaga kerja asal Indonesia yang mengalami kekerasan di Malaysia di rumah Megawati di Kebagusan, Jakarta, Rabu, 26 Mei 2004. Ibunda Nirmala Bonat menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui mengenai keberangkatan Nirmala ke Malaysia karena memang orang tuanya tidak memberikan ijin berangkat untuk menjadi tenaga kerja asal Indonesia. [TEMPO/ Tommy Satria; K21A/246/04; 20040526]
Megawati Soekarnoputri dan Martha Toni

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

TKI Dipungut Biaya Tiket Pesawat Hercules
Pesawat Hercules Angkut 104 Pendatang Ilegal dari Malaysia
Tiga Perusahaan Akan Ditindak Rekrut Karyawan Secara Ilegal
Sinar Harapan Dan SCTV Menangkan Adhi Karya Wisata 2004
Migrant Care Desak Pemerintah Ajukan Amnesti untuk Sumiyati
DPR RI Akan Panggil Gubernur Sutiyoso
Dewan Akan Bentuk Tim Pencari Fakta Kecelakaan Transportasi
DPR Janji Bentuk Pansus Kasus Tanah Abang
Pengunjung Makam Keramat Tanjung Priok Tertahan di Luar Pagar
Tenggat Amnesti Lewat, Arus Pulang TKI Tetap Banyak
> selengkapnya...


Referensi

KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Hamka Yandhu dan Anthony Diancam 20 Tahun Penjara
Pemerintah Diminta Segera Antisipasi Kenaikan Harga
Perbandingan kampanye Obama – McCain Soal Pajak
Desain Terminal Bandara Depati Amir Selesai Oktober
Keliling Dunia KPU Dinilai Tak Efektif

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data