Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Menteri Perdagangan Tolak Penundaan SK Tata Niaga Gula
Selasa, 14 Desember 2004 | 18:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu dengan tegas menolak permintaan penundaan SK Tata Niaga Gula.

"Kan saya sudah jelaskan, sekarang masih dalam jangka pendek. Kebijakan kami masih meneruskan yang lama," kata Mari di Jakarta, Selasa (14/12).

Langkah ini diambil, kata Mari, guna menjaga kestabilan harga gula ditingkat pasar. "Supaya tidak terjadi gangguan dari segi harga dan penyediaan," kata Mari.

Permintaan penundaan SK tata niaga datang dari Asosiasi Industri Makanan dan Minuman yang bahan bakunya menggunakan gula rafinasi. Asosiasi itu yaitu, Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM), Asosiasi Teh Siap Minum Indonesia (ATSMINDO), Asosiasi Roti, Biskuit dan Mie Instan, Asosiasi Kembang Gula, Industri Pengolahan Susu dan Forum Komunikasi Pangan Indonesia (FKPI).

Menurut Ketua Umum FKPI Suroso Natakusuma, SK Menperindag No 527/MPP/Kep/IX/2004 tentang Ketentuan Impor Gula dan Nomor 594/MPP/Kep/IX/2004 tentang Penunjukan Surveyor Impor, kurang sosialisasi.

Kedua Kepmen itu akan berlaku mulai 18 Desember 2004 besok. Namun, sampai saat ini belum semua industri mengetahui kepmen tersebut. "Sampai sekarang banyak industi-industri yang belum tahu," kata Suroso.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum ASRIM Mugidjanto mengatakan, sampai dengan dikeluarkannya SK tadi belum dibuat kesepakatan antara PT Surveyor Indonesia dan PT Sucofindo-- selaku pelaksana verifikasi atau penelusuran teknis impor gula--dengan industri mengenai besarnya biaya survei.

"Kami minta Departeman Perdagangan dapat memfasilitasi peninjauan kembali besaran suveyor fee dengan tetap melihat latar belakang keputusan itu," kata Mugidjanto.

Dia menambahkan, pemberlakuan surveyor dalam impor akan mengakibatkan penumpukan gula di pelabuhan. “Karena banyak pelaku usaha yang tidak tahu.”

Persediaan stok gula juga menjadi langka akibat ulah spekulan, selain itu juga akan terjadi kenaikan harga gula tidak wajar.

Dia mencotohkan, rencana pemberlakuan surveyor fee sebesar US$ 6 per metrik ton. Hal ini dirasakan sangat berat sebab akan mengakibatkan harga gula dan produk makanan, minuman Indonesia. Oleh karena itu, diharapkan biaya ini bisa diturunkan menjadi US$ 1-1,5 per metrik ton. "Sebagai perbandingan biaya surveyor beras hanya US$ 1-1,2 per metrik ton," kata Mugidjanto.

Suroso menambahkan, jika pemerintah tidak menunda SK tersebut maka kenaikan harga makanan dan minuman tidak bisa dihindarkan. "Oleh karena itu kami mengusulkan penundaan selama tiga bulan (90 hari) sejak 18 Desember 2004," kata Suroso.

Menanggapi hal ini, Mari menegaskan, pihaknya tidak mungkin mengambil keputusan secara tergesa-gesa. Oleh karena itu, bersama dengan Dewan Gula akan membahas dan mempelajari lebih lanjut masalah tata niaga ini.

Nantinya, kata Mari, diharapkan bisa keluar keputusan yang komperhensif. "Ini untuk menjawab bagaimana kepentingan petani, produsen, pengguna itu bisa terjawab. Kami tidak bisa melakukan deregulasi sepotong-sepotong," kata Mari. muhamad nafi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Industri Makanan dan Minuman Minta Penurunan Bea Masuk Gula
Pemerintah akan Impor 500 Ribu Ton Gula
Cara Menteri Mari Melawan Penyelundup
Penerimaan Cukai Melebihi Target
Pemerintah Pertahankan Kebijakan Tata Niaga
Penduduk Zona Perdagangan Bebas Kena Pajak
11 Sektor Masuk Perdagangan Bebas Mulai 2005
Menteri Perdagangan Prioritaskan Penurunan Biaya Ekonomi
Asing Anggap Iklim Investasi Indonesia Sudah Membaik
Pemerintah Belum Akan Sahkan RUU Batam Dalam 100 Hari
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 82 Tahun 2000 Tentang Karantina Hewan

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data