Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Industri Makanan dan Minuman Minta Penurunan Bea Masuk Gula
Selasa, 14 Desember 2004 | 17:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Industri makanan dan mimunan meminta penurunan bea masuk (BM) gula rafinasi (gula bahan baku industri makanan dan minuman).
Saat ini BM gula rafinasi sebesar Rp 700 perkilogram.

"Pengaruh bea masuk gula yang tinggi akan berpengaruh pada tingginya biaya produksi," kata Ketua Umum Forum Komunikasi Pangan Indonesia (FKPI) Suroso Natakusuma di Jakarta, Selasa (14/12).

Menurutnya, bea masuk sebesar Rp 700 perkilogram tersebut sangat memberatkan industri makanan dan minuman. Pasalnya, hal ini akan meningkatkan biaya produksi 15-30 persen.

Di sisi lain industri gula rafinasi yang mengimpor raw sugar hanya digunakan bea masuk sebesar Rp 550 perkilogram. Sedang produk makanan dan minuman olahan impor dengan komposisi gula tinggi hanya dikenakan tarif BM 5 persen.

Hal ini, lanjutnya, menimbulkan persaingan tidak adil. Produk impor akan mempunyai tingkat kompetitif lebih tinggi dengan rendahnya BM. "Ini menimbulkan produk dalam negeri kurang kompetitif. Akibat pengenaan 15-30 persen produk kita menjadi lebih mahal," ujarnya.

Oleh karena itu industri merekomendasikan kepada pemerintah BM bagi industri pengguna gula dengan icumsa (kadar gula) maksimal 45 persen diturunkan dari Rp 700 perkilogram menjadi Rp 300 kilogram atau setara dengan 15-20 persen.

"Ini dilaksanakan melalui harmonisasi tarif BM untuk makanan dan minuman impor yang mengandung kadar gula tinggi," ujarnya.

Opsi kedua yang ditawarkan pengusaha adalah diterapkannya BM gula dengan icumsa 45 persen dihapuskan menjadi 0 persen. "Tetapi harmonisasi tarif ditangguhkan," ujarnya. (muhamad naïf)


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Penerimaan Cukai Melebihi Target
Indonesia Minta Negara Maju Turunkan Bea Masuk Produk Pertanian
Setiap Bulan, Presiden Akan Cek Pelayan Bea Cukai
Pemerintah Susun Harmonisasi Tarif Impor
Pengusaha Minta SK Penurunan Tarif Masuk Gula Rafinasi Dikeluarkan
Barang Impor untuk Penelitian Bebas Bea Masuk
Tolak Cukai, Sejumlah Artis Datangi DPR
Industri Rekaman Tolak Cukai Rekaman
Pemerintah Turunkan Tarif Bea Masuk Barang Cina
Empat Asosiasi Musik Dukung Pengenaan Cukai
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 82 Tahun 2000 Tentang Karantina Hewan

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data