Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Deptan Usul Kenaikan Harga Gabah Rp 100/Kg
Selasa, 14 Desember 2004 | 16:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Departemen Pertanian merekomendasikan kenaikan harga dasar gabah kering panen (GKP) Rp 100/kg yang akan dimasukkan dalam Inpres Perberasan yang baru. Dengan kenaikan tersebut harga GKP naik dari Rp 1.230/kg menjadi Rp 1.330/kg. Hal itu dikatakan Menteri Pertanian Anton Apriyantono usai diskusi tentang Pengendalian Konversi dan Pengembangan Lahan Pertanian di Jakarta, Selasa (14/12).

"Pembahasan mengenai Inpres perberasan sudah memasuki tahap akhir, kita harapkan sudah dapat diputuskan hari ini atau besok," ujarnya. Keputusan itu, lanjut Anton, berdasarkan pertimbangan penurunan laju inflasi sehingga kenaikan tersebut akan mengembalikan posisi harga GKP pada posisi kebijakan perberasaan awal, yakni Inpres No. 9/2002. Selain itu, kenaikan itu sebagai antisipasi naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan berlaku mulai awal tahun 2005.

Sedangkan untuk harga gabah kering giling (GKG) pemerintah memutuskan tidak mengubah yaitu sebesar Rp 1.730/kg.

Mengenai kebijakan impor beras, Anton menjelaskan, Departemen Pertanian telah merekomendasikan ke Departemen Perdagangan untuk memperpanjang larangan impor beras. "Perpanjangan larangan impor kita telah usulkan dari Januari hingga akhir Juni mendatang," katanya. Keputusan tersebut disesuaikan dengan satu bulan sebelum panen, selama panen raya dan dua bulan setelah panen. Masa panen diperkirakan akan berlangsung dari Februari hingga April.

Sementara itu untuk mengefektifitas pengamanan harga gabah di tingkat petani, Departemen Pertanian mengusukan agar fungsi sosial dan komersial Perum Bulog dipisahkan. "Selama ini fungsi sosial dan komersial yang menjadi tugas Bulog sering menimbulkan konflik," ujarnya.
Bulog nantinya hanya berperan pada tugas komersial, sedangkan tugas sosial yaitu mengamankan harga gabah di tingkat petani menjadi tugas Dewan Ketahanan Pangan (DKP). Namun demikian, instrumen seperti penyimpanan gabah tetap menjadi tugas Bulog.

Selain itu Mentan berharap volume pembelian gabah lebih besar dari yang ada sekarang. Selama ini gabah yang dibeli Bulog ke petani jumlahnya hanya 7 persen dari produksi petani yaitu sekitar 3,5 juta ton gabah atau sekitar 2,2 juta ton beras. "Yang kita harapkan pembelian gabah petani lebih ditingkatkan menjadi 10 persen dari produksi petani," ujarnya.

Asep Yogi Junaedi

Dari Koleksi Foto TEMPO Under Development
     
Pekerja tidur di atas tumpukan karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 29 Juli 2004.  [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040729].
Pasar Induk Beras Cipinang

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Di Mataram, Ribuan Unggas Mati Terserang Virus Flu
1.700 Ton Raskin Mangkrak di Dolog
Bulog: Tak Perlu Impor Beras
Harga Dasar Gabah Kembali Digodok
Bulog Minta Kembali Beli Beras Untuk PNS
Menteri Pertanian Tolak Cabut Subsidi Pupuk
Pemerintah Khawatirkan Kelancaran Distribusi Pangan Selama Musim Hujan
Produktivitas Tanaman Pangan Meningkat
Stok Daging Sapi dan Cabe Merah Menipis
Bulog Tidak Jadi Beli Suba Indah
> selengkapnya...


Referensi

Anthrax
Flu Burung
PP RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Syariat dan Tata Cara Pengalihan Perlindungan Varietas Tanaman dan Penggunaan Varietas Yang Di Lindungi Oleh Pemerintah
PP RI No. 13 Tahun 2004 Tentang Penanaman, Pendapatan dan Penggunaan Varietas Asal Untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial
UU RI No.7 Thn.1996 Tentang Perlindungan Pangan
Daerah Endemis Antrax di Indonesia
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data