|
Teknologi Informasi
Kementerian Komunikasi dan Informasi dan Microsoft Kerja Sama
Senin, 13 Desember 2004 | 21:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menurut Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan A. Djalil, Indonesia sangat tertinggal di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Upaya mengembangkan teknologi ini masih kurang, karena pemerintah memiliki keterbasan dana.
Padahal, dengan teknologi ini diharapkan bisa meningkatkan potensi masyarakat dan perekonomian Indonesia. Karena itu, melalui kerja sama dengan Microsoft, akses teknologi informasi dan komunikasi masyarakat bisa ditingkatkan.
Menurut menteri, pusat informasi masyarakat sebenarnya telah terbentuk di beberapa kota seperti Balai Informasi Masyarakat dan Jaringan Informasi Elektronik Masyarakat Indonesia.
“Pusat informasi masyarakat ini bagus. Petani misalnya, bisa memantau perkembangan harga hasil pertanian mereka sendiri,” kata Sofyan.
Dia mengatakan, implementasi pembangunan dan pengembangan akses informasi bagi masyarakat hanya akan berjalan efektif bila didukung oleh pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.
Sementara itu, Presiden Direktur Microsoft Indonesia Tony Chen mengatakan, Microsoft memiliki tujuan yang sama, yakni membantu mengurangi hambatan-hambatan dalam memasuki era digital dan memungkinkan masyarakat Indonesia memahami seluruh potensi teknologi yang ada.
Microsoft memberikan bantuan berupa perangkat keras, perangkat lunak, dan juga pelatihan kepada masyarakat. Tony juga mengatakan bahwa program ini adalah komitmen jangka panjang sehingga akan terus berjalan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Microsoft sendiri.
“Kami tidak menghitung sudah berapa dana yang dikeluarkan sampai sekarang, karena itu bukan yang terpenting,” katanya. “Yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan teknologi komunikasi dan informasi agar kehidupan mereka lebih baik.”
Nofi Triana Firman - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|