Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

“Mantan Pejabat BI Hambat Pengawasan Bank Bermasalah”
Senin, 13 Desember 2004 | 18:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Karena itu, MPM merekomendasikan agar BI melarang seluruh pensiunannya menjadi komisaris di bank umum.

Ketua Kompertemen Perkonomian MPM Imbang J. Mangkuto mengatakan, mantan pejabat BI sebagai komisaris bank mengakibatkan terjadinya benturan kepentingan dengan proses pengawasan dan pembinaan oleh BI. Dalam kasus terakhir misalnya, adalah keberadaan mantan pejabat BI di Bank Global.

“Ini juga menyangkut etika bisnis. Karena akan terjadi benturan kepentingan," kata Imbang.

Menurut dia, otoritas perbankan ini belum sepenuhnya mengemban sikap idependensi sesuai dengan undang-undang. Penyimpangan yang terjadi di bank sering kali tidak ditindak secara tegas dan jelas.

Padahal, BI seharusnya menciptakan kondisi yang menghalangi pejabat bank berkolusi dalam melakukan tindak kriminal. "Untuk itu harus ada aturan yang memperberat hukuman terhadap para pelaku kejahatan perbankan," kata Imbang.

Dia mengatakan, kasus yang terjadi di Bank Global berada dalam wewenang otoriatas perbankan dan pasar modal. Namun, kasus ini tidak ditangani tim lintas sektoral sejak awal.

Karena itu, BI dan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) harus segera melakukan langkah khusus. Apalagi, kasus salah urus atau penipuan di industri perbankan Indonesia masih akan terus berlanjut.

"BI seharusnya mempunyai proses pengawasan yang tidak hanya sekedar mencatat laporan perkembangan usaha bank, tetapi juga mengetahui kebenaran angka-angka laporan bank.

Yandi MR - Tempo


Dari Koleksi Foto TEMPO Under Development
         
Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri), dan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung (kanan) menandatangani berkas dalam acara serah terima BII, Bank Permata, dan Bank Danamon dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) kepada Bank Indonesia di Gedung BI, Jakarta, 22 April 2004. BPPN mengembalikan pengawasan ketiga bank tersebut kepada BI karena dinilai telah menunjukkan kinerja yang baik. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040422] Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri), dan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung (kanan) menandatangani berkas dalam acara serah terima BII, Bank Permata, dan Bank Danamon dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) kepada Bank Indonesia di Gedung BI, Jakarta, 22 April 2004. BPPN mengembalikan pengawasan ketiga bank tersebut kepada BI karena dinilai telah menunjukkan kinerja yang baik. [TEMPO/ Santirta M.; Digital Image; 20040422]
Anwar Nasution dan Syafruddin Arsyad Temenggung
Anwar Nasution dan Syafruddin Arsyad Temenggung

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi Sita Dokumen Bank Global
Kantor Bank Global Dijaga Ketat
Ada Pihak yang Diduga Mencoba Hilangkan Barang Bukti
Wapres Minta Pengawasan BI Lebih Ketat
BBM Naik, Inflasi Akan Meningkat 0,02 Persen
Melemahnya Rupiah Akibat Jelang Akhir Tahun
BEJ Suspen Bank Global
BI Masih Intensif Mengawasi Bank Global
BEJ Akan Panggil Bank Global
BI Akui Bank Global Sakit
> selengkapnya...


Referensi

Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
PP RI No. 47 Tahun 2001 Tentang Perubahan Keempat Atas PP No. 17 Tahun 1999 Tentang Badan PenyehatanPerbankan Nasional
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data