|
Ekbis
Kantor Bank Global Dijaga Ketat
Senin, 13 Desember 2004 | 09:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kantor PT Bank Global Internasional Tbk, di Jalan Gatot Subroto Jakarta dijaga ketat. Beberapa wartawan yang mencoba masuk, dilarang.
Menurut keterangan satpam yang sedang berjaga, pihaknya menerima instruksi langsung untuk tidak membolehkan wartawan memasuki kantor Bank Global. Sehingga mereka hanya berkerumun di luar gedung. "Nanti saja kalau sudah selesai dan ada perintah dari atasan," ujar satpam itu memberikan alasan kepada wartawan, Senin (13/12) pagi.
Menurut penuturan beberapa orang, petugas pemeriksaan Bank Indonesia sudah berada di dalam gedung bersama polisi. Namun, belum diketahui sejak kapan petugas BI dan polisi mulai mendatangi bank ini.
Bank Global termasuk dalam pengawasan BI karena rasio kecukupan modal (CAR) merosot hingga dibawah delapan persen. Belum ada penjelasan dari BI mengenai penyebab anjloknya CAR ini. Namun, BI dan Mabes mendapatkan informasi adanya upaya menghilangkan barang bukti oleh manajemen setempat.
Kepolisian bersama pihak BI rupanya sudah membawa barang bukti dengan dua truk sekitar pukul 09.34 WIB. Saat ini beberapa wartawan tengah mengikuti perginya dua truk ini dengan bernomor polisi B 9035 TP dan B 9714 HS. Kedua truk ini diduga berisi dokumen dengan ditutup kain terpal. Keduanya meluncur dari kantor dengan kawalan dari BI dan polisi.
Yandi MR
| Dari Koleksi Foto TEMPO Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Terdakwa kasus korupsi Bank Negara Indonesia (BNI) cabang Kebayoran Baru, Koesadiyuwono (depan), dan Edy Santoso (belakang), keluar dari ruang sidang setelah pembacaan eksepsi (keberatan) atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum Makri P. di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jumat, 16 April 2004. Kedua terdakwa mengajukan keberatan atas kasus BNI cabang Kebayoran Baru yang menurutnya bukanlah kasus pidana melainkan kasus perdata, karena berkaitan dengan masalah L/C. [TEMPO/ Tommy Satria; K21A/125/04; 20040416]](/hg/photostock/2004/12/10/s_K21A12502_high_thumb.jpg) |
![Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri), dan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung (kanan) menandatangani berkas dalam acara serah terima BII, Bank Permata, dan Bank Danamon dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) kepada Bank Indonesia di Gedung BI, Jakarta, 22 April 2004. BPPN mengembalikan pengawasan ketiga bank tersebut kepada BI karena dinilai telah menunjukkan kinerja yang baik. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040422]](/hg/photostock/2004/12/09/s_SM04042218_high_thumb.jpg) |
| Koesadiyuwono dan Edy Santoso
|
|
| Anwar Nasution dan Syafruddin Arsyad Temenggung
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|