|
Amin Rais: Silahkan Warga Muhammadiyah Dirikan Parpol
Minggu, 12 Desember 2004 | 20:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Amien Rais, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) menyambut baik rencana kaum muda Muhammadiyah yang akan mendirikan partai politik. Amien Rais sendiri tidak merasa risau, jika partai baru itu mengancam perolehan suara PAN dalam Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang. Bahkan Amien Rais menyatakan, jika partai yang bakal dibentuk kaum muda Muhammadiyah itu bisa menyedot suara warga Muhammadiyah, artinya partai tersebut betul-betul menjadi partainya Muhammadiyah.
"Akan saya sambut dengan gembira. Cuma saya ingatkan, mereka harus meluruskan niat kalau mau membuat partai politik. Jangan hanya karena ingin memperoleh secuil kekuasan apalagi hanya karena mereka tidak ikut terpilih sebagai caleg," kata Amien Rais kepada Tempo saat ditemui di rumahnya di Yogyakarta, Minggu (12/12).
Dikatakan Amien Rais, mendirikan partai politik tidaklah gampang dan harus mempunyai berbagai macam dukungan. Membuat parpol, kata dia, sangat berbeda dengan membuat PT (perseroan terbatas) atau mendirikan restoran yang paling-paling hanya membutuhkan modal dana.
"Mendirikan partai politik harus mempunyai network dan ideologi. Kalau partai yang akan didirikan itu diharapkan menjadi magnit orang-rang Muhammadiyah, apakah partai yang digagas itu betul-betul akan menarik warga Muhammadiyah," kata Amien mengingatkan.
Warga Muhammadiyah, kata mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini, adalah orang yang paling rasional. Warga Muhammadiyah, kata dia, mempunyai pilihan yang bebas. Artinya,"Warga Muhammadiyah tidak akan gampang diberi iming-iming karena mereka adalah pemilih rasional."
Saat ini, kata Amien, sekitar 60 persen warga Muhammadiyah menentukan pilihan politiknya di PAN. Tetapi yang 40 persen sisanya, kata dia, berserak ke sejumlah partai politik ada yang di Golkar, PBB, PKS, PPP bahkan ada yang di PDIP.
"Jadi saya malah katakan, yang mau membuat partai politik itu silakan maju dengan catatan mereka harus fastabikul khoirot yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan. Tapi saya wanti-wanti, mendirikan partai politik itu tak gampang jangan hanya sekedar mencari secuil kekuasan," tegas Amien.
Sebagaimana luas diberitakan sebelumnya, sejumlah kader muda Muhammadiyah mengancam akan mendirikan partai politik sendiri. Mereka merasa aspirasi warga Muhammadiyah tidak tertampung oleh PAN.
Syaiful Amin-- Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) dari Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais - Siswono Yudohusodo dan pasangan Capres dan Cawapres dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri - Hasyim Muzadi (kanan) dalam acara Dialog (debat) Pasangan Capres dan Cawapres di Hotel Borobudur, Jakarta, 30 Juni 2004. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20040826].](/hg/photostock/2004/12/02/s_AB04063029_high_thumb.jpg) |
![Pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) dari Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais - Siswono Yudohusodo dan pasangan Capres dan Cawapres dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri - Hasyim Muzadi (kanan) dalam acara Dialog (debat) Pasangan Capres dan Cawapres di Hotel Borobudur, Jakarta, 30 Juni 2004. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20040826].](/hg/photostock/2004/12/02/s_AB04063027_high_thumb.jpg) |
| Amien Rais, Siswono Yudohusodo, Megawati, dll
|
|
| Amien Rais, Siswono Yudohusodo, Megawati, dll
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|