|
Pita Cukai Akan Dipersonalisasi
Minggu, 12 Desember 2004 | 18:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Departemen Keuangan, akan memberikan identitas khusus atau kode tertentu pada pita cukai tiap produk rokok. “Kita akan melakukan personalisasi cetak pita cukai,” kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Eddy Adurrachman akhir pekan lalu di Jakarta.
Menurut Eddy, nantinya pada pita cukai yang ditempelkan ke bungkus rongkok akan ikut dicetak juga nama perusahaan rokok yang bersangkutan atau merk rokok tersebut. Hal ini menjadikan pita cukai tiap perusahaan rokok berbeda. “Kalau sekarang pita cukai seluruhnya sama bentuknya sehingga membuka kemungkinan disalahgunakan atau dipalsu,” katanya.
Selama ini, kata Eddy, bentuk pita cukai yang seragam mengundang berbagai penyalahgunaan oleh pabrik rokok seperti penggunaan pita cukai palsu, menggunakan pita cukai bekas atau yang bukan miliknya serta rokok polos atau tanpa pita cukai.
Dari hasil operasi pasar terbuka mulai Januari sampai akhir November 2004 misalnya, telah ditemukan 2 kasus penggunaan cukai palsu, 10 kasus rokok polos atau tanpa pita cukai. “Tahun 2003 ditemukan 3 kasus pengunaan pita cukai palsu dan 56 kasus rokok tanpa pita cukai,” katanya.
Selain pitai cukai palsu juga ditemukan kesalahan lainnya itu saling tukar menkar pita cukai antar pabrik rokok. “Tahun ini sudah ditemukan empat kasus sementara tahun lalu hanya ditemukan satu kasus,” kata Eddy.
Karena berbagai pelanggaran itu, lanjutnya, personalisasi pita cukai snagat diperlukan untuk mencegah penyimpangan. Langkah lainnya termasuk melakukan perubahan desain dan penambahan security feature (ficer pengaman) pada pita cukai. “Setiap tahun akan kita kaji untuk diperbarui,” katanya.
Amal Ihsan --Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai, Eddy Abdurrahman, saat pembakaran rokok selundupan dan pakaian bekas di Medan, Sumatera Utara, 21 Mei 2004. [TEMPO/ Hendra Suhara; Digital Suhara; 20040521]](/hg/photostock/2004/12/07/s_HS04052106_high_thumb.jpg) |
![Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai, Eddy Abdurrahman (ketiga dari kanan), dan GM Phillip Morris Indonesia (kedua dari kanan) saat membakar pakaian bekas dan rokok selundupan di Medan, Sumatera Utara, 21 Mei 2004. [TEMPO/ Hendra Suhara; Digital Suhara; 20040521]](/hg/photostock/2004/12/07/s_HS04052120_high_thumb.jpg) |
|
|
| Eddy Abdurrahman dan GM Phillip Morris Indonesia
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|