Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

OPEC Sepakat Kurangi Produksi Mulai 1 Januari 2005
Sabtu, 11 Desember 2004 | 19:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Keputusan untuk mengurangi produksi ini sebagai antisipasi dari harga minyak yang cenderung terus turun selama sepekan terakhir.

Dengan kesepakatan untuk menurunkan produksi itu, OPEC akan kembali ke batas limit produksi sebesar 27 juta barel per hari.

Sebanyak 11 negara anggota OPEC pada Jumat (10/12), hari ini waktu Indonesia, mengadakan pertemuan di Kairo, Mesir untuk membahas rencana organisasi itu pada kuartal pertama tahun depan. Tujuh dari 11 negara anggota OPEC telah bersedia untuk menurunkan produksi sebesar lima persen dari produksi yang ada saat ini.

Menteri Perminyakan Saudi Ali Naimi mengatakan, penurunan produksi itu efektif berlaku mulai 1 Januari 2005.

OPEC, kata Naimi, akan mengadakan pertemuan lagi pada 20 Januari untuk melihat dampak dari penurunan produksi itu terhadap hanya minyak mentah.

Arab Saudi, mengutip surat kabar Al-Hayat yang berbasis di London, sebelumnya disebut-sebut telah siap untuk mengurangi produksi sebanyak 500 ribu barel per hari mulai Januari.

Menurut Menteri Perminyakan Libya Fathi Hamed Ben Shatwan, OPEC akan melihat implementasi dari penurunan produksi ini dan melihat apa yang terjadi di pasar. “Kalau harga minyak bagus, ya (kebijakan itu) bagus. Tapi kalau harga masih juga turun terus, kami akan mengambil tindakan baru,” kata Shatwan.

Seperti diketahui, selama beberapa bulan terakhir anggota OPEC menggenjot produksi lebih dari 30 juta barel per hari, termasuk Irak. Total produksi OPEC itu merupakan yang tertinggi sejak 25 tahun terakhir.

Irak berusaha menggenjot produksinya untuk memulihkan kembali perekonomian di negara itu. Namun, karena tindak kekerasan yang terjadi di Irak, membuat produksi minyak di negara itu menjadi terganggu dan secara keseluruhan mengganggu produksi anggota OPEC bulan lalu.

Menurut Lembaga Energi Internasional, Irak memproduksi 1,35 juta barel per hari pada November, turun sebanyak 400 ribu barel dari produksi pada Oktober. Sementara secara keseluruhan, OPEC bulan lalu memproduksi sebanyak 29,4 juta barel per hari.

Sementara itu, dalam perdagangan pagi di New York Mercantile Exchange, Jumat (10/12) minyak mentah ringan Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Januari 2005 turun US$ 1,82 menjadi US$ 40,71 per barel. Sedangkan minyak Brent di perdagangan International Petroleum Exchange, London untuk kontrak pengiriman Januari, turun US$ 2,29 menjadi US$ 37,38 per barel.

Harga minyak pada Jumat itu turun 4 persen, yang merupakan tingkat harga terendah sejak Juli.

Patokan harga minyak
Selain menyetujui penurunan produksi, beberapa Menteri Perminyakan anggota OPEC juga menekankan perlunya meningkatkan tingkat harga minyak. OPEC saat ini menentukan patokan harga minyak antara US$ 22 per barel.

Beberapa negara pengekspor mengusulkan agar patokan harga itu dinaikkan menjadi US$ 28 per barel. Bahkan ada yang mengusulkan patokan harga di atas US$ 30 per barel. Iran mengusulkan agar harga patokan minyak ditingkatkan menjadi US$ 32 per barel.

Menteri Perminyakan Saudi Ali Naimi mengatakan, harga minyak saat ini sedang jatuh, meskipun sebelumnya sempat meningkat cukup tajam. Karena itu, organisasi harus melakukan segala sesuatu untuk mematok harga yang pantas.

Sementara itu, Presiden dan Sekretaris Jenderal OPEC Purnomo Yusgiantoro mengatakan, OPEC akan menetapkan soal patokan harga minyak ini pada pertemuan akhir Januari di Wina, Austria.

AP/Reuters/Grace S. Gandhi



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Harga Minyak Mentah Dunia Turun Tipis
Libya Usulkan Penurunan Produksi Minyak
Pemerintah Terus Kaji Kenaikan BBM
Subsidi BBM Sampai November Rp 46 Triliun
Indonesia Hadapi Empat Tantangan Dalam Pembangunan Sektor Energi
Harga Minyak di Pasar Asia Merangkak Naik
Harga Minyak di Asia Terus Turun
Harga BBM Bisa Naik 30 Persen
Pemerintah Naikan Harga Minyak Dalam Negeri Setelah 100 Hari Kerja
Presiden Isyaratkan Tidak Akan Naikkan Harga BBM
> selengkapnya...


Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data