Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Perpajakan Masih Hambat Perkembangan Kawasan Industri
Jum'at, 10 Desember 2004 | 20:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Para pelaku usaha mengeluhkan pengenaan pajak yang ditetapkan pemerintah atas kawasan industri. Pasalnya beban pajak yang ditanggung lebih memberatkan daripada membantu peningkatan bangkitnya kawsan ini.

Ketua Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Basroni Rizal mengatakan pemerintah sampai saat ini masih memberlakukan peraturan perpajakan yang dinilai mengurangi gairah tumbuhnya industri di kawasan itu. Dia mencontohkan dalam pemanfaatan tanah yang melebihi nominal Rp 1 miliar akan tekena pajak 20 persen. "Padahal biasanya hanya 10 persen," kata Basroni di Jakarta, Jumat (10/12).

Selian itu, dalam pengolahan lahan tersebut pemerintah juga mengenai kewajiban pajak 5 persen atau yang dinamakan Biaya Perolehan Hak Atas Bangunan Tanah (BPHABT). "Jadi paling tidak kita harus bayar 15 persen untuk masalah lahan saja," kaata Basroni. Belum lagi, lanjut dia, beban pajak selain lahan juga masih dikenakan.

Disamping pajak yang dianggap menghambat, pemerintah juga dinilai tidak memberikan insentif. Padahal di negara lain yang memiliki kawasan industri maju, pemberian insentif ini sudah menjadi keniscayaan.

Sebagai perbandingan data HKI menyebutkan, di Thailand kawasan industri yang berada di Zona 1 mendapat pembebasan pajak pendapatan selama 3 tahun. Untuk zona 2 pembebasan pajak pendapatannya selama 7 tahun. Dan zona 3 selama 8 tahun ditambah 50 persen reduksi untuk 5 tahun berikutnya.

Di Korea, kawasan industri diberikan reduksi pajak perusahaan 50 persen selama 3 tahun dan 30 persen untuk 2 tahun berikutnya. Selain itu juga diberlakukan reduksi pajak transfer 50 persen. Untuk properti, pajak dibebaskan selama 5 tahun. "Juga ada pembebasan pajak pembebasan lahan (aquision tax)," kata Basroni.

Selain pembenahan perpajakan, untuk meningkatkan daya saing kawasan industri Indonesia guna memulihkan iklim investasi, HKI merekomendasikan kepada pemerintah untuk mengatasi hambatan-hambatan yang ada. Pertama masalah perizinan dan kepastian hukum. Kedua permasalahan keamanan. Ketiga ketenagakerjaan yang selama ini kurang mempunyai keahlian dan masalahan perburuhan lainnya. Dan keempat membangun sarana infrastruktur yang masih sangat tidak memadai.

Muchamad Nafi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

HKI Usulkan Pembentukan Komisi Kawasan Industri
Pemerintah Tidak Akan Tambah Importir Gula
Kebutuhan Investasi Bidang Kelistrikan US$ 30 Miliar
15 Kontrak Baru Senilai US$ 3,5 Miliar Segera Ditandatangani
Industri TI Sumbang Investasi Rp. 9 triliun
Konsorsium AGG dan Pemkot Kendari Tak Capai Kesepakatan
Berkas Kasus Nurdin Halid Diserahkan Ke Kejaksaan, Minggu Ini
Dirjen Migas: Perlu Insentif Fiskal untuk Investor Migas
Kalbe Farma Bangun Pabrik Pengolahan Susu
Kepala BKPM Usulkan BKPM Langsung di Bawah Presiden
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kamar Dagang dan Industri
PP RI No. 3 Tahun 2004 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Rajawali Nusantara Indonesia
UU RI No.8 Thn.1999 Tentang Perlindungan Konsumen
> selengkapnya...

Website

Bursa Efek Surabaya


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data