Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

HKI Usulkan Pembentukan Komisi Kawasan Industri
Jum'at, 10 Desember 2004 | 19:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Untuk mengoptimalkan fungsi kawasan industri (KI), Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) mengusulkan pembentukan suatu komisi yang khusus menangani perkembangan area ini. Untuk itu HKI mengusulkan dibentuknya Komisi Nasional Kawasan Industri (KNKI). "Diharapkan ini merupakan payung bagi kawasan industri agar pengembangan kawasan industri bisa tertib," kata Ketua Umum HKI Basroni Rizal di Jakarta, Jumat (10/12).

Rizal mengatakan, pengembangan KI masih tidak tetib, terutama dalam penempatan industri-industri dalam suatu lokasi. Dia mencontohkan beberapa pabrik yang semestinya tidak bercampur dengan industri lainnya, malah berada dalam satu kawasan. Akibatnya, target pembentukan kawasan industri justru tidak optimal. "Artinya tidak semua pabrik bisa masuk satu kawasan industri. Seperti pabrik kimia hanya bisa masuk wilayah tertentu yang memang dikhususkan untuknya," jelas Basroni.

Untuk itu HKI meminta pemerintah segera mengesahkan peraturan pemerintah (PP) tentang kawasan industri yang telah diusulkan. Salah satu pasal dalam draf yang telah diajukkan ke Departemen Perindustrian tercantum pembentukan KNKI.

Menurut Basroni PP ini akan mengacu kepada Undang-undang No 5 Tahun 1982 tentang perindustrian. Secara spesifik, lanjut dia, sebenarnya penangan KI telah diatur melalui keputusan presiden No 1989. Dari keppres tersebut memunculkan dikembangkannya kawasan bagi pengembangan industri oleh pihak swasta. "Tapi masih diperlukan peraturan yang lebih tinggi," katanya.

Sementara itu, Direktur PT Besland Pertiwi Johannes Archiadi mengatakan dengan disahkannya PP ini diharapkan bisa segera terbentuk KNKI. Dengan KNKI ini, KI yang dalam beberapa tahun terakhir mandeg bisa segera kembali bangkit.

Menurut Johannes, posisi KNKI nantinya seperti badan pemerintah yang menangani pengembangan industri di suatu lokasi yang telah disetujui. "Nantinya komisi ini bisa duduk sejajar dengan badan pemerintah seperti BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal)," kata Johanes.

Pengembang salah satu kota industri yaitu Kota Bukit Indah ini mencontohkan BKPM sebagai lembaga pembanding lantaran kawasan industri juga bisa berperan sebagai daya tarik masuknya investasi. Dengan perkembangan KI yang baik dalam pertumbuhan ekonomi akan mendorong tumbulnya minat investasi masuk terutama asing.

Muchamad Nafi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Tidak Akan Tambah Importir Gula
Kebutuhan Investasi Bidang Kelistrikan US$ 30 Miliar
15 Kontrak Baru Senilai US$ 3,5 Miliar Segera Ditandatangani
Industri TI Sumbang Investasi Rp. 9 triliun
Konsorsium AGG dan Pemkot Kendari Tak Capai Kesepakatan
Berkas Kasus Nurdin Halid Diserahkan Ke Kejaksaan, Minggu Ini
Dirjen Migas: Perlu Insentif Fiskal untuk Investor Migas
Kalbe Farma Bangun Pabrik Pengolahan Susu
Kepala BKPM Usulkan BKPM Langsung di Bawah Presiden
Pemerintah Segera Ajukan RUU Investasi ke DPR
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kamar Dagang dan Industri
PP RI No. 3 Tahun 2004 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Rajawali Nusantara Indonesia
UU RI No.8 Thn.1999 Tentang Perlindungan Konsumen
> selengkapnya...

Website

Bursa Efek Surabaya


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data