Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Wapres Minta Pengawasan BI Lebih Ketat
Jum'at, 10 Desember 2004 | 18:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Bank Indonesia untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap perbankan.

Dia mengatakan hal itu menanggapi berbagai masalah yang menimpa dunia perbankan nasional seperti kasus pembobolan bank. "Ya, ini pengawasan yang ketat yang harus dilakukan oleh Bank Indonesia," kata dia usai salat Jum’at di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (10/12).

Karena itu, ia mengharapkan BI sebagai bank sentral selalu melakukan fungsi tersebut. Seperti diketahui, beberapa waktu terakhir ada kasus yang menimpa dua bank di Indonesia. Pertama, kasus turunnya rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) PT Bank Global Tbk., di bawah 8 persen. Rasio ini berarti jauh di bawah batas minimum rasio yang disyaratkan Bank Indonesia kepada perbankan. Kedua, terungkapnya kasus pembobolan dana di Bank Mega sebesar Rp 150 miliar.

Wapres menyatakan, bila kasus serupa terjadi lagi, maka dia akan memanggil BI untuk dimintai pertanggung jawabannya. "Sekali lagi kalau bobol lagi, saya akan bicara dengan Bank Indonesia, kenapa ini terus menerus terjadi," kata dia.

Sebab, lanjutnya, hal ini sangat berbahaya karena sistem keuangan di negara ini dijamin oleh pemerintah. (yura syahrul)

Dari Koleksi Foto TEMPO Under Development
         
Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri), dan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung (kanan) menandatangani berkas dalam acara serah terima BII, Bank Permata, dan Bank Danamon dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) kepada Bank Indonesia di Gedung BI, Jakarta, 22 April 2004. BPPN mengembalikan pengawasan ketiga bank tersebut kepada BI karena dinilai telah menunjukkan kinerja yang baik. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040422] Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri), dan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung (kanan) menandatangani berkas dalam acara serah terima BII, Bank Permata, dan Bank Danamon dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) kepada Bank Indonesia di Gedung BI, Jakarta, 22 April 2004. BPPN mengembalikan pengawasan ketiga bank tersebut kepada BI karena dinilai telah menunjukkan kinerja yang baik. [TEMPO/ Santirta M.; Digital Image; 20040422]
Anwar Nasution dan Syafruddin Arsyad Temenggung
Anwar Nasution dan Syafruddin Arsyad Temenggung

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BBM Naik, Inflasi Akan Meningkat 0,02 Persen
Melemahnya Rupiah Akibat Jelang Akhir Tahun
BEJ Suspen Bank Global
Indonesia Dan Malaysia Bahas Sejumlah Masalah Ekonomi Dan Politik
BI Masih Intensif Mengawasi Bank Global
BEJ Akan Panggil Bank Global
Jusuf Kalla : Target Pajak Rp 500 Triliun
BI Akui Bank Global Sakit
PPATK dan BI Akan Segera Audit Bank
Pemerintah Bahas Kenaikan Harga BBM dan Revisi RAPBN 2005
> selengkapnya...


Referensi

Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
PP RI No. 47 Tahun 2001 Tentang Perubahan Keempat Atas PP No. 17 Tahun 1999 Tentang Badan PenyehatanPerbankan Nasional
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data