Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Pemerintah Akan Tandatangani Kontrak Gas US$ 4 Miliar
Jum'at, 10 Desember 2004 | 17:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan segera menandatangani 18 kontrak penjualan gas bumi dan LPG senilai US$ 4 miliar dengan total volume 10,4 triliun BTU.

Seluruhnya, dialokasikan untuk konsumen dalam negeri. Dari 18 kontrak yang ditandatangani harga gasnya bervariasi. "Kisarannya antara US$ 1,5-2,5/mmbtu semuanya untuk konsumen dalam negeri," ucap Iin Arifin Takhyan, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Jumat (10/12).

Penandatanganan kontrak direncanakan pada hari Minggu (12 Desember 2004) dengan disaksikan oleh Presiden. "Selain itu, juga akan ditandatangani kontrak lainnya," katanya.

Kontrak lainnya, lanjut Iin, diantaranya 15 Kontrak Kerja Sama (KKS) Migas baru antara Badan Pelaksana (BP) Kegiatan Usaha Hulu Migas dengan Kontraktor Production Sharing (KPS), satu KKS antara BP Migas dengan Pertamina, satu KKS perpanjangan antara BP Migas dan KPS.

Selain itu dikeluarkan 11 surat keputusan hak khusus pengangkutan gas bumi melalui pipa untuk badan usaha yang sudah eksis dan beroperasi.

Dari Kontrak Kerjasama dengan KPS baru pemerintah mendapatkan pemasukan sebesar US$ 190,140 juta untuk kegiatan eksplorasi selama 3 tahun pertama. Kegiatan eksplorasi tersebut diantaranya berupa studi Geofisika dan Geologi, Survai Seismik (2D dan 3D) dan pengeboran sumur eksplorasi.

Sedangkan bonus (awarded compensation) yang akan diterima pemerintah dalam jangka waktu 30 hari setelah penandatangan KKS (baik untuk kontrak baru maupun perpanjangan kontrak) senilai US$ 20,003 juta. "Saat ini untuk Perpanjangan Kontrak Production Sharing baru untuk Blok Kangean oleh Energi Mega Persada Kangean," tambah Iin.

Sedangkan untuk Blok tangguh yang dikelola BP Tangguh belum ada kesepakatan. Sebelumnya Iin pernah mengatakan bahwa Proyek Tangguh juga akan dilakukan perpanjangan kontrak yang akan ditandatangani tanggal 12 Desember. "Ada sesuatu hal sehingga belum dicapai kesepakatan,"tuturnya menanggapi gagalnya penandatangan kontrak dengan BP tangguh. (muhamad fasabeni)


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Purnomo Yusgiantoro: Buyat Tidak Tercemar
Departemen Pertambangan Siapkan Opsi Kenaikan BBM
Dirjen Migas: Perlu Insentif Fiskal untuk Investor Migas
Menteri-menteri Ekonomi Halal Bi Halal
Kabinet Indonesia Bersatu Belum Putuskan Nasib AAF
Pemerintah Jajaki Kerja Sama Energi Dengan Sejumlah Negara
Pemerintah Akui Belum Mencukupi Air Bersih di Daerah Tertinggal
Libya Ajak Indonesia Ikut Tender Blok Migas
Investor Hanya Minati 12 Blok Migas
Presiden Akan Resmikan FPSO Belanak
> selengkapnya...


Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data