|
Ekonomi dan Bisnis
BEJ Bisa Delisting Bank Global
Jum'at, 10 Desember 2004 | 16:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) membuka kemungkinan delisting atau pencabutan perdagangan saham di bursa terhadap saham PT Bank Global International Tbk.
Namun, proses ini akan melalui tahapan yang sangat hati-hati mengingat ada kepentingan publik yang harus dilindungi.
"Selama operasional dan kinerja Bank Global berjalan dengan baik, ya belum tentu bursa melakukan delisting," ujar Erry Firmansyah, Direktur Utama BEJ kepada wartawan di Gedung BEJ, Jakarta (10/12).
Sampai saat ini, tutur Erry, pencabutan penghentian perdagangan sementara (suspend) Bank Global menunggu penjelasan direksi bank tersebut secara tertulis. Pada pertemuan antara BEJ dengan direksi Bank Global, BEJ memberikan beberapa pertanyaan terkait dengan kinerja bank tersebut.
Menurut Bank Indonesia, kata Erry, CAR Bank Global di bawah 8 persen. Namun menurut direksinya sendiri, CAR belum mencapai itu. “Mengapa bisa terjadi perbedaan. Hal-hal ini merupakan dasar pertanyaan yang belum mendapatkan penjelasan," tutur Erry.
Lebih lanjut Erry mengatakan, bahwa BEJ menunggu penjelasan yang sifatnya komplit dan memuaskan yang bisa menjelaskan permasalahan sebenarnya.
Perihal produk reksa dana Prudence Dana Mantap, tutur Erry, direksi Bank Global mengatakan kepadanya, bahwa itu merupakan produk yang dijual oknum dan bukan di bawah institusi Bank Global. "Masa bank sebesar itu tidak mampu mengawasi gerak anak buahnya,"ujar Erry.
Adapun Prudence Asset Management sendiri, melalui bank kustodiannya, Deutsche Bank, mengatakan belum menerima sepeser pun dana nasabah reksa dana Prudence yang diperjualbelikan oleh Bank Global.
Menurutnya, penyelidikan lebih mendalam merupakan otoritas Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam). (yuliawati)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|