Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

“Pasar Obligasi Perusahaan 2005 Stagnan”
Jum'at, 10 Desember 2004 | 13:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menurut dia, meskipun sampai saat ini pemerintah belum menetapkan apakah BBM akan naik secara bertahap masing-masing sebesar 20 persen atau naik sekaligus 40 persen, pasar telah memprediksi kenaikan BBM itu akan mempengaruhi kenaikan suku bunga 1-1,5 persen.

“Kenaikan BBM itu akan memicu tingginya inflasi,” kata Hindarmojo di Bursa Efek Jakarta siang ini.

Bunga sertifikat Bank Indonesia (SBI) satu bulanan saat ini mencapai 7,4 persen dan diperkirakan akan naik sekitar 8,4 persen. Kenaikan tingkat suku bunga itu akan memberikan tekanan terhadap pasar obligasi perusahaan, terutama surat utang jangka pendek karena yield (imbal hasil) menjadi berkurang.

Dengan berkurangnya keuntungan pada obligasi perusahaan akan membuat pergeseran portofolio investor ke obligasi negara atau surat utang negara (SUN) yang memiliki jatuh tempo jangka panjang dengan tingkat suku bunga tetap (fixed rate atau FR).

Hindarmojo mengatakan, pergeseran portofolio sudah terlihat sejak November 2004. Dari lelang surat utang negara seri FR selalu mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed). Jika pada 2003 nilai surat utang negara seri FR mencapai Rp 159 trilliun, sampai dengan November 2004 nilai surat utang negara bersuku bunga tetap itu sudah meningkat menjadi Rp 176,98 trilliun.

Sedangkan seri variable rate (VR) mengalami penurunan, yakni Rp 231,3 trilliun pada 2003 menjadi Rp 224,2 trilliun sampai dengan November 2004.

Hal yang sama terjadi pada jumlah seri obligasi (perusahaan) yang diperdagangkan. Jenis surat utang bersuku bunga tetap mengalami peningkatan.

Kalau sampai akhir 2003 mencapai 24 emisi, sampai dengan November 2004 meningkat menjadi 26 emisi. Sedangkan seri VR mengalami penurunan, yakni 28 emisi pada 2003 menjadi 23 emisi sampai akhir November 2004.

Yuliawati - Tempo



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indeks Kemungkinan Bisa Kembali Tembus 1.000
Indeks Mixed
Analis Sarankan Hold atau Ambil Untung untuk Blue Chips
Pemerintah Raup Dana Rp 1,8 Triliun dari Lelang Surat Utang
Manajemen Adira Multifinance Harapkan Bunga Obligasi 9-11 Persen
Indeks Cenderung Terkoreksi
Indeks Naik Tipis
PGN akan Terbitkan Obligasi Rp 1,5 Triliun
IHSG Menurun 0,18 Persen
IHSG Berpeluang Menguat
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
> selengkapnya...

Website

Bursa Efek Surabaya


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data